Cocok di Lahan Sempit, Coba Bercocok Tanam Menggunakan Teknik Hidroponik

07/05/2020, 09:02 WIB
Bagikan:
Penulis Inadha Rahmanidya | Editor Kurniasih Budi

Selama di rumah saja, semua orang berusaha mengisi waktu luangnya dengan berbagai aktivitas. Bahkan tak jarang dengan mencoba hal-hal baru seperti memasak, menjahit, melukis, hingga bercocok tanam.

Kegiatan terakhir di atas bisa dinilai menguntungkan karena hasil panennya dapat diolah untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Dengan begitu, intensitas keluar rumah untuk berbelanja pun semakin berkurang.

Bagi Anda yang ingin bercocok tanam namun hanya memiliki sedikit lahan, jangan khawatir. Teknik hidroponik bisa Anda praktikkan.

Al-Khodmany dalam penelitiannya menjelaskan, hidroponik adalah sistem budidaya menggunakan air yang dipelopori William Frederick di Berkley California pada 1930.

Teknik hidroponik yang tidak membutuhkan tanah memberi keuntungan tersendiri, di antaranya mengurangi risiko gangguan serangga, jamur, dan bakteri yang bisa hidup dalam tanah. Selain itu, perawatannya mudah dan bersih.

Beberapa jenis tanaman yang cocok dibudidayakan menggunakan teknik hidroponik adalah selada, paprika, tomat, melon, kangkung, bayam, dan kentang.

Buku Petunjuk Teknis Budidaya Sayuran Hidroponik (Bertanam Tanpa Media Tanah) menyebutkan, salah satu model hidroponik yang populer adalah Nutrient Film Technique (NFT) atau metode hidroponik dengan media rak paralon.

Model tersebut populer karena perkembangan tanamannya paling cepat. Selain itu, rak media tanam dapat dibuat bertingkat, bersusun seperti piramida, atau disusun melebar.

Sebelum memulai bercocok tanam hidroponik menggunakan sistem NFT, Anda perlu menyiapkan pipa dan pompa.

Jika kedua alat tersebut sudah tersedia, mulai rakit rak paralon dengan cara lubangi pipa sesuai panjangnya. Jaga agar jarak antarlubang sama. Kemudian, susun pipa tersebut menjadi tempat menanam.

Lalu, siapkan penampung pada ujung pipa yang lebih rendah dan pasang pompa untuk mengalirkan nutrisi ke bak penampung.

Sistem pompa dan selang tersebut harus selalu dikontrol karena jika tidak lancar, akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

Setelah jadi, Anda bisa langsung menggunakan rak tersebut untuk bercocok tanam. Jika tanaman hidroponik yang Anda miliki ditujukan untuk bisnis, jangan lupa perhatikan waktu panen dan penanganan pascapanen.