Kenali Ciri-ciri Ikan Segar untuk Olahan Buka Puasa Lezat dan Bergizi

11/05/2020, 18:12 WIB
Bagikan:
Penulis Farhanah Khalid | Editor Kurniasih Budi

Hidangan ikan aromanya sangat menggoda saat digoreng atau dibakar. Soal cita rasa tak perlu diragukan lagi, gurih dan lezat dengan tekstur garing di luar dan lembut di dalam.

 

Ya, tak ada yang bisa menolak aneka hidangan ikan. Sensasi kelezatan sajian ini semakin lengkap dengan lalapan, sambal, dan nasi hangat. Apalagi ditemani segelas es teh manis segar, santapan berbuka puasa pun makin sempurna.

 

Selain nikmat, menu berbahan ikan juga sehat dengan kandungan protein tinggi. Namun, Anda harus pintar memilih ikan yang segar agar dapat mengambil manfaat nutrisinya.

 

Dilansir dari Kompas.com, Jumat (8/5/2020), ikan yang tidak segar akan menjadi tempat berkembangbiak berbagai macam bakteri. Bakteri akan mengontaminasi makanan yang mengakibatkan gangguan kesehatan hingga keracunan bagi orang yang mengonsumsinya.

 

Meski demikian, bagi Anda yang belum terbiasa mengolah menu ikan mungkin sangat bingung memilih ikan segar ketika di pasar atau swalayan. Padahal, Anda butuh makanan bernutrisi yang tinggi protein sebagai bekal energi selama berpuasa Ramadhan.

 

Apalagi, saat ini Anda harus berpuasa di tengah situasi wabah Corona atau Covid-19. Daya tahan tubuh Anda harus kuat untuk melawan penularan virus, meski harus menahan haus dan lapar seharian. Karena itulah, Anda perlu makanan bergizi dan kaya protein.

 

Anda tak perlu cemas, ada cara mudah untuk mengenali ciri-ciri ikan segar yang bisa Anda terapkan.

 

Pertama, mata ikan

 

Kondisi mata ikan bisa jadi salah satu indikator kesegaran ikan. Ikan segar memiliki mata yang cerah, jernih, dan segar. Permukaan matanya pun terasa menonjol dan kenyal saat diraba.

 

Sebaiknya, Anda tak membeli ikan yang matanya tampak mengerut, keruh, cekung, serta kemerahan karena ini ciri-ciri ikan yang tidak segar dan sudah terlalu lama berada di permukaan es.

 

Kedua, warna ikan

 

Apapun jenis ikan yang Anda pilih, pastikan warnanya cerah, mengkilap, terang, tidak kusam, dan tampak sehat. Sisiknya pun masih menempel kuat dan tidak mudah lepas.

 

Sebaliknya, ikan yang tidak segar biasanya punya warna kulit yang kusam dan sisiknya mudah lepas saat ditarik. Jika masih ragu, Anda bisa bandingkan dengan foto tampilan ikan sejenis di internet.

 

Ketiga, daging ikan

 

Salah satu indikator lain ikan segar biasanya bertekstur lembut, kenyal, dan kencang. Seluruh dagingnya pun masih menempel kuat pada tulang.

 

Cara mudah mengecek tekstur daging ikan, Anda cukup tekan bagian perut ikan menggunakan jari telunjuk. Apabila bentuknya kembali seperti semula, berarti ikan masih segar.

 

Sedangkan ikan yang tidak segar, dagingnya sangat lunak saat Anda menekan perutnya dengan jari telunjuk.

 

Keempat, insang ikan

 

Anda bisa mengecek kesegaran ikan dengan mengangkat penutup insang pada sisi kepala ikan. Ikan segar punya insang berwarna merah yang tampak segar, bersih, dan bertekstur basah. Semakin merah warna insangnya, maka semakin bagus kualitas ikannya.

 

Hindari membeli ikan yang memiliki insang berwarna kecokelatan, keabuan, serta tampak kering karena menandakan ikan tidak segar dan tak layak konsumsi.

 

Kelima, aroma

 

Ikan yang tidak segar mengeluarkan bau amis dan menyengat, sehingga menggangu penciuman Anda.

 

Sebaiknya, pilihlah ikan dengan aroma khas yang segar dan ringan. Meski sedikit amis, aroma ikan segar tidak terasa aneh dan mengganggu indra penciuman Anda.

 

Agar Anda lebih yakin dengan kesegaran ikan yang akan dibeli, Anda bisa bertanya langsung ke penjualnya apakah kondisi ikan masih segar atau tidak.

 

Ingat, ikan segar harus segera diolah menjadi makanan maksimal dua hari setelah Anda membelinya. Jika ingin menyimpannya lebih lama sebagai stock makanan keluarga, sebaiknya simpan ikan dalam freezer untuk mempertahankan kesegarannya.