Ini Tips Kelola THR Selama Pandemi Covid-19

15/05/2020, 13:26 WIB
Bagikan:
Penulis Aditya Mulyawan | Editor Alia Deviani

Berbeda dari tahun sebelum-sebelumnya, ada sejumlah kebiasaan dalam merayakan Lebaran yang terpaksa dihilangkan atau ditunda guna memutus rantai penyebaran virus corona. Sebut saja mudik, shalat Idul Fitri berjamaah di masjid, berkunjung ke tetangga serta kerabat, dan mengadakan open house.

Kebijakan-kebijakan itu tentunya berpengaruh terhadap perencanaan THR yang sudah Anda susun dari jauh hari. Misalnya saja, tahun ini Anda tidak mudik ke kampung halaman atau mengadakan open house, maka anggarannya bisa dipindahkan ke pos keuangan lain.

Agar THR tidak habis begitu saja, ada baiknya Anda menentukan skala prioritas baru untuk penggunaan THR tahun ini. Melansir Kompas.com (11/05/2020), berikut tips mengelola THR selama pandemi dari Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Dimas Ardhinugraha.

  • Prioritaskan zakat dan membayar THR orang lain
    Sesaat setelah mendapatkan THR dari perusahaan, segera bersihkan harta Anda dengan membayar zakat harta dan zakat fitrah. Pada kondisi ini, banyak orang yang membutuhkan uluran tangan, sehingga zakat yang Anda tunaikan akan sangat membantu mereka.

    Setelah itu, berikanlah THR pada orang-orang yang banyak membantu Anda selama ini, misalnya asisten rumah tangga (ART), petugas keamanan, dan petugas kebersihan di lingkungan tempat tinggal.
  • Segera lunasi utang
    Biasanya, dana THR digunakan untuk membeli berbagai hal seperti makanan, baju baru, atau dana untuk mudik. Akan tetapi, di tengah situasi seperti ini, Anda bisa memprioritaskan untuk melunasi utang, terutama utang konsumtif.

    Meski ada kelonggaran dari pemerintah dan institusi pemberi pinjaman, Dimas menyarankan untuk melunasi utang konsumtif terlebih dulu untuk menghindari snowball effect dari bunga kredit.
  • Penuhi pos dana darurat
    Setelah menunaikan dua kewajiban di atas, usahakan untuk menghindari belanja konsumtif dan hal-hal yang tidak begitu penting jika masih ada sisa dana THR.

    Manfaatkan sisa dana tersebut untuk mengisi pos dana darurat yang akan sangat berguna jika terjadi musibah atau kejadian-kejadian tidak terduga lainnya, seperti kehilangan pekerjaan, jatuh sakit, dan lain sebagainya.
  • Sisakan untuk mudik
    Meski tertunda, Anda bisa tetap merencanakan mudik di kemudian hari saat situasi telah pulih seperti sedia kala.

    Oleh karena itu, setelah ketiga prioritas di atas terpenuhi, Anda bisa menyisihkan sebagian THR untuk mudik. Jika telah tiba saatnya, Anda dan keluarga dapat mudik dengan nyaman dan tenang tanpa harus memikirkan biaya.
  • Manfaatkan untuk investasi
    Jika tidak berencana untuk mudik pun, Anda bisa membuat uang THR “bekerja” dengan menginvestasikannya di berbagai instrumen keuangan yang tersedia seperti reksa dana.

    Adapun salah satu reksa dana yang dapat Anda manfaatkan adalah reksa dana pasar uang yang memiliki tingkat resiko rendah dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Selain itu, reksa dana tidak membebankan biaya keluar masuk (subscription dan redemption), mudah dicairkan (likuid), sangat terjangkau dengan modal mulai dari Rp 10.000, bukan objek pajak, dan memiliki imbal hasil yang lebih tinggi ketimbang tabungan atau deposito.