Ramadan, Tambah Pemasukan Dengan Bisnis Preloved Baju Muslim

15/05/2020, 16:58 WIB
Bagikan:
Penulis Firda Fitri Yanda | Editor Dana Delani

Punya tumpukan pakaian muslim yang tak terpakai? Mungkin kamu sudah bosan dengan modelnya atau badan yang kian melar membuat baju jadi tidak muat. Daripada dianggurkan begitu saja, lebih baik manfaatkan pakaian tersebut untuk dijual kembali alias memulai bisnis pakaian preloved baju muslim. Apalagi sebentar lagi kita akan menyambut hari raya Idul Fitri.

Selain menambah pemasukan, kegiatan ini membuat kita lebih produktif selama #dirumahaja. Yang paling penting, memulai bisnis preloved pakaian muslim sangatlah mudah bahkan dengan modal 0 rupiah saja! Mau tau bagaimana caranya? Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan.

Memilih Pakaian Muslim Layak Pakai

Tak semua pakaian muslim bekas yang dipunya itu cocok lho untuk dijual kembali. Pilihlah pakaian yang masih dalam kondisi baik dan layak pakai. Semisal warnanya tidak luntur, memiliki kancing lengkap, dan tidak berlubang atau robek.

Kategorikan Pakaian

Jika sudah, pisahkanlah pakaian muslim yang dimiliki sesuai kategori, semisal pakaian gamis, abaya, kaftan, tunik, rok, celana, kerudung dan dalaman kerudung. Hal ini dilakukan untuk memudahkanmu dalam menjual pakaian preloved ini nanti.

Cuci dengan Cairan Disinfektan

Di masa pandemik Corona seperti sekarang, tentu kebersihan dan kesterilan pakaian muslim yang dijual adalah hal paling utama yang harus dilakukan. Oleh sebab itu, walaupun terlihat bersih, cuci kembali semua pakaian yang ingin dijual menggunakan deterjen dan cairan disinfektan. Setelah itu, pakaian bisa langsung di jemur kemudian disterika. Agar lebih terjaga kebersihannya, masukan pakaian ke dalam kantong plastik bening sebelum memulai sesi pemotretan.

Sesi Pemotretan

Ini dia langkah yang paling penting dan paling krusial dalam memulai bisnis preloved pakaian muslim. Kenapa? Karena bagus atau tidaknya sebuah foto bisa menentukan pakaianmu akan terjual atau tidak. Jika tak punya peralatan fotografi lengkap, kamu bisa menggunakan kamera mirrorless bahkan kamera smartphone sekali pun. Setelah itu siapkan gantungan baju dan background berwarna polos, seperti putih atau crème. Tembok rumah pun bisa digunakan dan dimanfaatkan jadi latar foto.

jika tak punya peralatan lampu untuk memotret, dengan memanfaatkan sinar matahari pemotretan bisa dilakukan. Waktu terbaik untuk memotret sebaiknya dilakukan dari jam 9 pagi-4 sore, sebab dalam jangka waktu ini cahaya matahari terlihat bagus dan terang. Potret pakaian preloved secara mendetail seperti foto tampak depan, belakang, samping, dan detail foto lain yang ingin ditonjolkan.

Manfaatkan Sosial Media

Mencari lahan berjualan yang paling mudah dan tanpa modal sekalipun? Apalagi jawabannya kalau bukan lewat media sosial! Untuk berjualan, kamu bisa memanfaatkan dua platform, yakni Facebook dan Instagram. Buatlah Facebook Page dan akun instagram bisnis agar terkesan profesional.

Pilih juga nama usaha yang unik dan mudah diingat banyak orang. Jika sudah, ajak teman terdekat dan kenalanmu untuk follow akun-akun yang kamu buat. Dari situ mungkin saja postingan pakaian preloved kamu akan disukai oleh mereka dan tak menutup kemungkinan bisnismu bisa tersebar dari mulut ke mulut.

Tulis Deskripsi Secara Jujur

Ini dia faktor kunci yang membuat sukses bisnis pakaian preloved muslim yang kamu mulai. Kejujuran jadi nilai plus yang selalu dihargai para pembelimu terutama terkait kondisi pakaian yang dijual.

Misalnya saja, tulis kapan pakaian ini kamu beli, berapa kali kamu pakai, alasanmu menjualnya, dan kondisi pakaian tersebut. Selain itu, jujur dalam segala aspek ketika berjualan juga jadi nilai tambah yang membuatmu dapat dipercaya pelanggan. Dengan begini kamu tak hanya mampu menjual pakaian saja tetapi menarik konsumen tetap yang bakal menanti setiap produk terbaru yang kamu jual, bahkan merekomendasi bisnismu kepada kenalan mereka.

Bungkus dengan Baik dan Aman

Karena dijual secara online, faktor pengemasan pakaian secara baik dan aman tak boleh terlupakan. Hal ini untuk memastikan agar barang sampai secara utuh ke konsumen tanpa cacat sedikitpun.

Terima Kritik dan Saran, Kemudian Evaluasi!

Setiap kritik dan saran yang kamu terima, seperti kondisi barang, harga, jumlah stok, faktor pengiriman dan lain sebagainya dalam berjualan harus diterima. Kritik dan saran tersebut kemudian kamu evaluasi dan cari solusinya agar bisa berjualan lebih baik lagi kedepannya.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, sedikit demi sedikit bisnis preloved pakaian muslim yang kamu rintis bisa berjalanan secara lancar, dan siapa tahu saja bisa menghasilkan pundi-pundi yang tak sedikit sehingga bisa dimanfaat untuk menyambut hari lebaran nanti, bahkan tak menutup kemungkinan bisa dijadikan sebagai pemasukan tambahan yang menjanjikan. Selamat mencoba!