Marah

14/05/2020, 02:28 WIB
Bagikan:
Penulis Admin | Editor Admin

 

 

 

If hurt is done you by a foe

because of anger on your part,

Then put your anger down,

for why should you be harassed needlessly?

 

Jika seorang musuh menyakitimu karena kamu merasa marah,

Maka tanggalkanlah kemarahanmu, untuk apa kamu terluka sia-sia?

 

[The Path of Purification]

 

Marah adalah salah satu spektrum perasaan yang menjadi bagian dari keseharian kita sebagai manusia. Rasa marah sering diberi label negatif karena:

  • menyebabkan kita berkata atau bertindak yang kemudian kita sesali
  • Menimbulkan rasa tidak menyenangkan

Selain karena kedua alasan di atas, kita juga ingin mengelola marah atau tidak ingin sering marah karena alasan kesehatan. Marah terkait dengan beberapa resiko kesehatan seperti resiko serangan jantung, perilaku bulimia, dan diabetes. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3019061/

Karena rasa tidak nyaman terjadi pada saat mengalami, maka rasa marah paling cepat dan mudah diamati dalam latihan berkesadaran. Dibandingkan rasa lainnya yang cenderung halus dan cenderung tidak muncul di permukaan (misalnya rasa cemas, ragu dan sedih), kita cenderung lebih segera ingin menyelesaikan rasa marah.

Tapi marah bukan masalah, karena sebagaimana semua emosi, mereka bersifat netral dan ada fungsinya.

Ungkapan ‘marah’ saat sadar, bukanlah ungkapan yang kita tidak sadari, di mana kita cenderung terbawa dan tidak jernih memilih apa yang akan kita lakukan atau katakan.

Pada akhirnya kita perlu melihat lebih dalam lagi, apa yang menyebabkan kita marah? Seringkali bukan kejadian atau kata-kata yang kita dengar, yang dirasa kurang pas atau perlu kita perbaiki, tetapi kemarahan muncul karena keberadaan ego kita yang terusik. Ketika identifikasi kita akan suatu hal (misalnya kita benar, kita baik, kita perlu dihormati) tidak ada, maka kita tidak akan marah.

Kadang, marah mengingatkan bahwa ada hal yang sepertinya tidak seharusnya terjadi dan itu tidak ada hubungannya dengan ego kita. Misalnya, ada kenyataan yang tidak sesuai dengan perencanaan, sementara kita telah menyadari bahwa hal ini tidak terkait dengan ego kita. Marah bisa memberikan kita motivasi untuk memperbaiki perencanaan kita, atau bisa membuat kita menyalahkan orang lain dan kesal sepanjang hari. Berlatih Berkesadaran akan memudahkan kita membedakan hal ini, dan jernih memilih cara kita mengungkapkan kemarahan ini, sesuai dengan situasi dan kondisi.

Berkesadaran membantu kita menyadari apa yang ada di dalam diri, menyadari bahwa kemarahan mungkin muncul karena kita sendiri, bukan karena orang lain yang salah, atau hadir karena adanya deviasi dari situasi. Dalam sadar, kita akan merespon dengan jernih, tidak terbawa emosi.

 

Whom shall he hurt, who seeks to hurt Another, in the other’s Absence?

YOUR presence is the cause of hurt; Why are you angry then, with him?

 

Tanpa kehadiran yang lain, siapakah yang akan disakiti oleh ia yang ingin menyakiti?

Kehadiranmu adalah sebab dari rasa sakit; Mengapa kamu marah padanya?

 

[The Path of Purification]