10 Hari Terakhir Ramadhan, Saatnya Fokus Beribadah untuk Dapatkan Lailatul Qadar

16/05/2020, 13:26 WIB
Bagikan:
Penulis Anggara Wikan Prasetya | Editor Alia Deviani

Disebutkan bahwa 10 hari terakhir Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Bukan hanya karena bulan puasa akan segera berakhir, tetapi karena ada satu malam di antara 10 hari yang merupakan waktu turunnya Lailatul Qadar. 

Lailatul Qadar adalah malam turunnya Alquran dari Lauful Mahfudz ke Baitul Izzah (langit) dunia. Malam yang sangat isitimewa ini memiliki kebaikan setara dengan 1.000 bulan, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Qadr:

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS Al-Qadr: 1-5)

Mengenai waktu, umat Islam di Indonesia meyakini bahwa Lailatul Qadar terjadi di antara malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadhan.

Keyakinan itu sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

Carilah sedaya-upaya kamu untuk menemui Lailatul Qadar itu pada sepuluh malam ganjil pada akhir Ramadhan.

Surat Al-Qadr dan hadist itu hendaknya menjadi pemicu bagi umat Islam untuk lebih giat beribadah. Ibarat mengikuti lomba lari, kamu harus mengerahkan seluruh tenaga yang ada menjelang garis finish. Begitu juga saat menjalankan ibadah, kamu pun harus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah menjelang akhir Ramadhan.

Physical distancing untuk fokus beribadah

Selama ini, menjelang akhir Ramadhan, biasanya banyak dijumpai masjid-masjid yang mulai sepi dikarenakan banyak orang yang sedang dalam perjalanan ke kampung halaman atau memilih menghabiskan waktu untuk berkumpul bersama teman-teman ketimbang melakukan ibadah shalat tarawih di masjid.

Namun, tidak dengan tahun ini. Pandemi Covid-19 membuat semua orang harus menerapkan physical distancing selama Ramadhan. 

Aktivitas yang biasanya dilakukan orang-orang menjelang akhir Ramadhan, seperti buka puasa bersama dan shalat tarawih berjamaah di masjid menjadi sesuatu yang dilarang. Masyarakat diimbau untuk tetap #dirumahaja guna memutus rantai penyebaran virus corona.

Memang, masjid menjadi sepi karena fatwa Majelis Ulama Indonesia menganjurkan segala bentuk ibadah dilakukan di rumah. Namun, kondisi ini justru bisa menjadi peluang Anda untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Gunakan waktu luang usai berbuka puasa untuk melakukan ibadah lainnya, seperti membaca Alquran, berzikir, shalat tarawih, witir, dan bahkan berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

Anda tidak perlu menyiapkan waktu khusus. Cukup dengan menyisipkan ibadah di antara waktu luang, seperti usai shalat wajib, menjelang berbuka, atau selesai shalat tarawih dan witir.

Akan jauh lebih baik lagi jika Anda juga menyempatkan diri untuk beriktikaf sesuai kemampuan, entah itu selama 10 hari berturut-turut atau setiap malam ganjil.

Semoga kemuliaan malam 1.000 bulan bisa didapatkan.