5 Cara Cegah Tekanan Darah Rendah Saat Berpuasa

19/05/2020, 15:51 WIB
Bagikan:
Penulis Fellycia Novka Kuaranita | Editor Mahansa Eka Gerga Sinulingga

Anda yang kerap mengalami tekanan darah rendah atau hipotensi mungkin waswas ketika berpuasa. Khawatir tensi menjadi lebih rendah. Tenang, risiko ini bisa dikelola sehingga kemungkinan munculnya gejala pun jadi lebih rendah.

Tekanan darah kita diukur dengan tekanan sistolik (bilangan atas) dan diastolik (bilangan bawah). Tensi normal manusia adalah antara 90/60 mm/Hg dan 120/80 mm/Hg. Hipotensi terjadi ketika tekanan darah di bawah 90/60 mm/Hg. Kondisi ini dapat menyebabkan aliran darah ke otak atau organ vital lainnya berkurang.

Inilah yang menyebabkan orang dengan tekanan darah rendah kadang-kadang merasa pusing, limbung, atau kurang dapat berkonsentrasi. Gejala yang lebih serius, misalnya mual, penglihatan kabur, bahkan pingsan.

Hipotensi disebabkan beragam faktor. Kekurangan nutrisi, ketidakseimbangan hormon, dan dehidrasi bisa menjadi pemicunya. Dapat pula kondisi khusus seperti sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu yang punya efek menurunkan tekanan darah atau kehamilan.

Pada saat puasa, orang yang tekanan darahnya relatif rendah bisa jadi lebih rentan karena konsumsi cairan yang berkurang. Dehidrasi memang menjadi salah satu penyebab berkurangnya tekanan darah. Dan ketika puasa, banyak air serta mineral tubuh seperti natrium dan kalium yang lebih cepat hilang.

Nah, amankah berpuasa untuk orang dengan hipotensi? Secara umum, orang dengan tekanan darah rendah masih dapat berpuasa. Namun, jika sebelumnya gejala hipotensi cukup kerap dialami, pastikan periksakan kondisi dan berkonsultasi dahulu dengan dokter. Jika dokter menyatakan aman, jalani puasa dengan tetap melakukan langkah-langkah antisipatif agar tensi tetap stabil.

Berikut ini, cara yang dapat Anda ikuti.

1. Cukupi asupan garam

Garam dan makanan asin mengandung mineral yang dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan tekanan darah. Tambahkanlah sedikit garam pada makanan Anda, terutama pada saat sahur. Dapat pula memasukkan keju atau kecap ke dalam asupan Anda.

2. Konsumsi makanan kaya vitamin B12 dan asam folat

Zat gizi B12 dan asam folat dapat membantu mencegah anemia dan tekanan darah rendah. Sumber makanan ini juga beragam, seperti daging sapi, daging bebek, hati ayam, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

3. Minum cukup air

Mencegah dehidrasi adalah salah satu kunci lancarnya puasa, terutama bagi Anda yang punya risiko hipotensi. Saat bulan puasa, Anda memang mesti lebih cermat mengatur asupan cairan. Anda bisa membaginya menjadi 2 gelas ketika sahur, 2 gelas saat berbuka puasa, dan 4 gelas pada rentang makan malam sampai sebelum tidur.

4. Tetap rutin berolahraga

Olahraga teratur dapat menjaga kestabilan tekanan darah. Salah satu alasannya, aktivitas fisik dapat menurunkan kadar hormon stres dalam darah. Aliran darah dalam tubuh pun jadi lebih lancar. Tak perlu yang intensitasnya tinggi, lakukan saja olahraga ringan satu jam sebelum berbuka puasa. Upayakan rutin 3–4 kali seminggu dengan durasi 15–20 menit per latihan.

5. Pastikan tidur berkualitas

Beberapa penelitian menunjukkan, orang dengan pola tidur buruk cenderung memiliki tekanan darah rendah. Kualitas tidur yang rendah bisa disebabkan kurangnya durasi tidur, kerap bermimpi buruk, mendengkur, atau sering terbangun di malam hari. Jadi, pastikan jam tidur cukup dan tidur Anda nyenyak, ya!