Hukum melaksanakan Salat Id di Tengah Pandemi

20/05/2020, 15:30 WIB
Bagikan:
Penulis Firda Fitri Yanda | Editor Dana Delani

Ibadah Ramadan tahun ini memang terasa berbeda dan istimewa. Semenjak kehadiran pandemi COVID-19, pada tahun ini untuk pertama kalinya, hampir seluruh masyarakat muslim di dunia menjalankan ibadah suci ini di rumah saja.

Mulai dari sahur dan berbuka, tadarus Al Quran, hingga kegiatan salat Tarawih tak lagi bisa dilakukan bersama-sama di musala atau masjid terdekat. Begitu pun dalam melaksanakan Salat Idul Fitri nanti. Lalu, seperti apakah hukum melaksanakan Salat Id di tengah pandemi seperti ini? Apakah sah jika dilakukan sendiri di rumah?

Jika dilihat dari hukumnya, salat Idul Fitri adalah Fardhu’ kifayah, di mana boleh hukumnya meninggalkan salat Idul Fitri, namun lebih diutamakan untuk melaksanakannya. Sedangkan dalam fiqih, salat Idul Fitri dikategorikan sebagai ibadah sunnah mu’akad atau sunah yang ditekankan untuk dilaksanakan dan dilakukan secara berjamaah.

Imam Syafi’i dalam kitabnya, Al-Umm, mengatakan bahwasanya:

وَلِلتَّطَوُّعِ وَجْهَانِ صَلَاةٌ جَمَاعَةً وَصَلَاةٌ مُنْفَرِدَةً وَصَلَاةُ الْجَمَاعَةِ مُؤَكَّدَةٌ وَلَا أُجِيزُ تَرْكَهَا لِمَنْ قَدَرَ عَلَيْهَا بِحَالٍ وَهُوَ صَلَاةُ الْعِيدَيْنِ وَكُسُوفِ الشَّمْسِ وَالْقَمَرِ وَالِاسْتِسْقَاءِ

“Salat sunah terbagi dua, yakni yang dilaksanakan berjamaah dan yang sendiri-sendiri. Adapun shalat sunah yang sangat dianjurkan berjamaah tidak diperkenankan untuk meninggalkannya bagi yang mampu melaksanakannya, yaitu salat dua hari raya, gerhana matahari dan bulan, serta salat istisqa.”

Walaupun begitu, menurut Ketua Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas, alim ulama memperbolehkan salat Id digelar secara sendiri (munfarid) jika terjadi halangan (seperti pandemi COVID-19) ketimbang tidak salat sama sekali.

"Menurut ulama, salat Id itu boleh dilakukan sendirian (munfarid), bahkan tanpa khotbah," ujarnya saat dihubungi Tribunnews, Sabtu (4/4/2020).

Ia mengimbau umat Islam di daerah yang masuk zona merah Covid-19 untuk menaati imbauan PBNU untuk beribadah salat tarawih dan salat Idul Fitri di rumah, serta menjalankan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

"Dalam situasi pandemi Covid-19, jika suatu daerah merupakan zona merah salat Jum’at yang wajib saja bisa diganti dengan shalat zuhur di rumah. Nah, salat tarawih dan shalat Id itu sunnah," katanya.

Lantas bagaimana tata cara melaksanakan Salat Id di rumah?

Saat berhalangan melakukan salat Id berjamaah, salat Id di rumah boleh dilaksanakan sendiri atau jamaah bersama anggota keluarga.

Berikut penjelasan dari Abu Hasan Ali al-Bagdadi dalam kitab al-Iqna’fil fiqh asy-Syafi’i.

وَيُصلي العيدان فِي الْحَضَر وَالسّفر جمَاعَة وفرادى

"Dan hendaklah melaksanakan saalat dua hari raya dalam keadaan hadir maupun bepergian, baik dengan berjamaah maupun sendiri-sendiri."

"Kalau kita berjamaah (lebih dari dua) dan yang menjadi imam harus memahami tuntunan khutbah. Kalau pun yang menjadi imam tadi tidak bisa khutbah, maka boleh shalat Id di rumah berjamaah tanpa khutbah," jelas Ustaz Satibi.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas. Ia mengatakan alim ulama memperbolehkan salat Id digelar secara sendiri (munfarid) jika terjadi halangan, ketimbang tidak salat sama sekali.

"Menurut ulama, salat Id itu boleh dilakukan sendirian (munfarid), bahkan tanpa khotbah," ujarnya saat dihubungi Tribunnews, Sabtu (4/4/2020).