Tetap Teredukasi dari Rumah, Ini 5 Buku untuk Menemani Puasa saat Pandemi

23/05/2020, 10:00 WIB
Bagikan:
Penulis Alek Kurniawan | Editor Dana Delani

Berada di rumah dalam waktu yang lama mungkin terasa sangat membosankan. Apalagi, bertepatan dengan bulan puasa di mana umat Islam harus menahan lapar dan haus selama lebih kurang 13 jam. Namun, kegiatan ini (berada di rumah) mau tak mau harus dilakukan untuk mencegah tertularnya virus corona (Covid-19) semakin besar.

Nah, agar puasa selama di rumah saat pandemi tidak membosankan, ada baiknya kamu melakukan aktivitas lain yang membawa dampak positif, membaca buku, misalnya.

Jika kamu bingung buku apa yang hendak dibaca, berikut beberapa daftar dari Gramedia.com yang bisa kamu coba.

  1. To Heal is To Accept

Setiap manusia pasti pernah terluka perasaannya. Pengorbanan yang sia-sia, pengkhianatan, sikap jahat dan benci dari orang lain, serta banyak lagi perlakuan yang bikin hati terluka. Namun, Adi K., sang penulis, mengingatkan kembali bahwa untuk sembuh dari luka adalah dengan menerima.

Buku To Heal is To Accept ini adalah sajian yang tepat bagi kamu untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pribadi yang bisa menerima sesuatu yang buruk untuk dijadikan pembelajaran dan pengalaman berharga.

  1. Bahagia Maksimal dengan Hidup Minimal

Merasa sempit dengan ruangan-ruangan yang sedang ditempati? Mungkin kamu butuh buku Bahagia Maksimal dengan Hidup Minimal karya Muhajjah Saratini. Buku ini akan memberikan langkah-langkah hidup minimal untuk dapat kebahagiaan yang maksimal.

  1. Calling is More than Just a Dream

Mari kita berbicara tentang musik. Musik bisa membawa rasa senang, sedih, bahkan mampu membuat kita menangis. Musik tersusun dari harmoni indah nan enak didengar yang dibuat oleh penciptanya. Calling is More than Just A Dream karya Lie Seng Cuan akan mengupas peran istimewa setiap orang bagai pencipta musik yang bikin pendengarnya terbawa perasaan.

  1. The Book of Ichigo Ichie

Ada sebuah frasa dalam bahasa Jepang bernama ichigo ichie yang berarti pertemuan sekali seumur hidup. Hal itu menjadi konsep di mana kita harus menggunakan waktu dan kesempatan yang dimiliki sebaik-baiknya. Mari belajar bersama-sama dalam buku The Book of Ichigo Ichie karya Héctor García dan Francesc Miralles selama bulan puasa ini.

  1. Happy Woman

Apa makna kebahagian bagi seorang perempuan? Maria Fenny menjelaskan jawabannya dalam buku Happy Women: Saya Bahagia Hari Ini, Esok, Seterusnya, Sampai Selamanya. Ia mengawalinya dengan mendefinisikan ulang kebahagiaan, dilanjutkan dengan mencari tahu sumber kebahagiaan dan bagaimana menciptakannya.