3 Rekomendasi Film yang Cocok Temani di Hari Raya Idul Fitri

23/05/2020, 18:00 WIB
Bagikan:
Penulis Dea Duta Aulia | Editor Dana Delani

Bagi seluruh umat muslim, Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu dan istimewa. Untuk merayakan keistimewaan tersebut, biasanya setiap orang melakukan berbagai kegiatan, seperti silaturahmi, berkumpul dengan keluarga besar, dan mudik.

Namun, kali ini rasanya akan berbeda kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Meskipun begitu, di Hari Yang Suci, tetap jaga keharmonisan di rumah. Kamu bisa mencoba movie marathon bersama keluarga.

Agar suasana kekeluargaan dan nuansa Idul Fitri makin kental, menyaksikan film bisa sambil menikmati lezatnya ketupat, opor ayam, rendang, atau lauk lainnya. Kira-kira, film apa saja sih yang pas kita tonton selama lebaran?

Ayat-Ayat Cinta

Dirilis pada 2008 lalu, film ini ternyata masih layak untuk kamu tonton kembali bersama keluarga. Pasalnya, film ini sangat kental dengan nuansa Islam.

Karena ceritanya yang menyentuh, mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahkan pernah meneteskan air matanya saat menyaksikan film tersebut. Bukan hanya itu, film Ayat-Ayat Cinta 1 juga sukses menarik penonton hingga 3,6 juta orang dan memboyong beragam penghargaan.

My Name Is Khan

Film ini tidak kalah seru untuk disaksikan bersama keluarga. Dibintangi oleh aktor kawakan Bollywood, Shah Rukh Khan, film My Name is Khan sangat kental akan nuansa Islam. Menceritakan seorang Muslim India yang menjalin kehidupan dengan orang barat pasca kejadian World Trade Center 9/11.

Film ini mengajarkan kamu akan toleransi antar umat beragama. My Name Is Khan sukses menjadi salah satu film terlaris di dunia. Bahkan, keuntungan film ini tembus hingga US$49juta.

Sang Pencerah

Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini menceritakan mengenai seorang pemuda berusia 21 tahun, Darwis yang merasa sedih karena melihat masyarakat di kampungnya melaksanakan ajaran agama Islam dengan cara yang kurang tepat.

Hal pertama yang dibuktikan Darwis adalah mengubah arah kiblat yang melecneng. Dalam ekseskusinya, ia menggunakan sebuah kompas di masjid besar Kauman untuk memastikan arah kiblat yang benar.

Tidak hanya itu, dalam film itu juga mengajarkan masyarakat untuk berdoa kepada Tuhan, dengan atau tanpa perantara.