Bagaimana Suami Istri Tetap Mesra Selama #Dirumahaja?

28/05/2020, 15:00 WIB
Bagikan:
Penulis Firda Fitri Yanda | Editor Dana Delani

Mempertahankan hubungan mesra dan harmonis selama COVID-19, bisa dibilang merupakan tantangan tersendiri untuk pasangan suami-istri. Dalam keadaan harus terus-menerus bersama selama 24 jam, sekaligus kondisi pandemi yang membuat tingkat stres lebih meningkat, sering memicu pertengkaran.

“Begitu banyak hal yang tidak pasti saat ini, dan tingkat stres kita juga tinggi. Jadi, ketika tiba-tiba berada dalam keadaan 24/7 bersama pasangan, ketika tidak terbiasa dengan hal ini, dan yang lainnya, sehingga otak kita tentu kewalahan,” ujar psikoterapis Rachel Wright dikutip dari talkspace.com.

Jika tingkat stres sudah tinggi dan pertengkaran terus terjadi, jadi apa yang harus kita lakukan agar hubungan dengan pasangan tetap mesra dan harmonis?

Jangan Lupakan ‘Waktu Sendiri’

Walaupun telah mengucapkan janji seiya sekata, serta selalu bersama, jangan pernah lupa luangkan waktu untuk diri sendiri, terutama ketika terus berada di rumah saja seperti ini.

“Perlu ada ruang bagimu untuk menjadi dirimu sendiri: mendengarkan musik yang kamu suka, atau melakukan hobi,” ujar terapis perkawinan dan keluarga berlisensi dari PHL Therapy Collective Brian Swope dikutip dari situs The Philadelphia inquirer.

“Sebab ketika kamu mulai kehilangan jati dirimu dalam sebuah hubungan, itu akan menimbulkan jenis kecemasan baru,” tambahnya.

Janganlah bersikap egois, komunikasikan dengan pasangan bahwa ia juga bisa memiliki waktunya sendiri sehingga dengan begini kita akan merasa lebih bebas dan fresh, serta membuat kita menjadi pasangan yang lebih baik.

Bicarakan Setiap Masalah yang Ada

Merasa jengkel dengan hal atau kebiasaan yang dilakukan pasangan? Daripada menyalurkan kekesalan tersebut dalam bentuk makian atau pertengkaran, ada baiknya untuk membicarakan permasalahan ini bersama pasangan.

“Apa yang sebelumnya dapat ditoleransi, mungkin sekarang perlu dibicarakan. Sebab komunikasi adalah hal terpenting mencegah kejengkelanmu menjadi kemarahan,” ujar Psikolog Klinis Deb Derrickson Kossman.

Luangkan Waktu untuk Berkomunikasi

Janganlah kamu dan pasangan hanya saling berbicara ketika membutuhkan solusi atas sebuah permasalahan. Komunikasi sangat penting. Meski fisik selalu bersama, bukan berarti kamu sering bercerita.

“Duduklah untuk melakukan percakapan bermakna dengan pasangan, tanpa gangguan atau smartphone di sekitar. Terimalah segala sudut pandangnya begitupun sudut pandangmu. Itu mengharuskanmu untuk lebih tidak menghakimi ketika saling terbuka, terutama ketika pasangan bertindak tak sesuai dengan yang kamu harapkan saat krisis ini,” psikolog konseling Ruth Cooper-Dickson dikutip dari foxnews.com.

Ia juga menyarankan jika kamu dan pasangan merasa kesulitan berbicara secara langsung, menuliskannya pun bisa jadi jalan keluar.

“Jika lebih mudah bagi kalian untuk menuliskan apa yang dirasakan daripada berbicara secara langsung, tuliskanlah apa yang kalian rasakan. Karena yang terpenting kalian bisa menciptakan ruang untuk percakapan ‘jujur’ yang memungkinkan kalian untuk berkomunikasi lebih baik,” ujarnya.

Rencanakan Waktu Berdua

Selain memberikan waktu sendirian, rencanakan jugalah waktu yang bisa dihabiskan bersama pasangan.

Bisa dengan hal yang simpel, seperti waktu makan bersama saat selesai bekerja, merencanakan makan malam romantis, meminum kopi atau teh bersama sembari mengenal lebih jauh pasangan (yang tak bisa dilakukan sebelumnya akibat keterbatasan waktu), bahkan hanya sekedar menonton bersama sembari berpelukan.

“Hanya karena kalian menghabiskan waktu bersama 24/7 bukan berarti kalian menghabiskan waktu yang berkualitas bersama,” ujar psikolog klinis dan terapis spesialis pasangan Anna Nicholaides dikutip dari situs The Philadelphia inquirer.

Maka dari itu jangan pernah lupa untuk meluangkan waktu bersama dengan pasangan setiap harinya.

Pertahankan Hubungan Fisik

Rasa stres bisa menurunkan libido, namun hal ini jangan sampai membuatmu berhenti melakukan hubungan fisik.

“Mungkin lebih sulit untuk memikirkan hal itu sekarang, tetapi cobalah untuk mengingat manfaatnya. Seks dapat melepaskan oksitosin alias ‘hormon cinta’ yang bisa membuatmu dan pasangan merasa lebih dekat dan terikat bersama,” ujar Nicholaides.