Kiat untuk Hindari "Burnout" Saat Bekerja dari Rumah

29/05/2020, 17:19 WIB
Bagikan:
Penulis Fathia Yasmine | Editor Sheila Respati

Adanya wabah Covid-19 menjadikan jutaan orang di seluruh dunia ikut menerapkan sistem kerja baru, yaitu melalui bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Meski pekerjaan tetap dilakukan dari rumah. Namun WFH juga memiliki kekurangannya sendiri, salah satunya yaitu timbulnya efek burnout.

Dilansir dari Kompascom, Burnout adalah suatu kondisi dimana seseorang merasa stres dan lelah, karena pekerjaan yang dijalani. "Burnout adalah awal dari depresi," begitu kata seorang psikolog di University of California Berkeley.

Burnout terjadi akibat kelelahan berlebih hingga menyebabkan hilangnya gairah kerja. tidak adanya batasan antara waktu kerja dan istirahat, mengakibatkan munculnya perasaan kerja tak terbatas.

Burnout juga ditandai dengan adanya kelelahan fisik dan mental. Akibatnya, penderita sulit untuk berpikir jernih dan membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan tugasnya.

Efek ini juga dapat menghilangkan rasa kepercayaan diri pada penderita. Lalu, bagaimana cara agar kita terhindar dari burnout selama masa WFH? Berikut merupakan rekomendasi dari penelitian Harvard Business Review.

Gunakan batasan fisik dan sosial

Dalam sebuah makalah klasik milik Blake Ashforth dari Arizona State University, terdapat gambaran untuk membatasi antara kegiatan kerja dengan non-kerja melalui aktivitas lintas batas. Aktivitas ini dilakukan dengan cara menggunakan pakaian kerja atau formal ketika memasuki jam kerja dan menggunakan baju rumah ketika jam kerja berakhir.

Batasan sosial dapat dilakukan dengan melakukan aktivitas fisik di dekat rumah untuk mulai bekerja. Setelahnya, lakukan kembali aktivitas tersebut setelah selesai bekerja. Kegiatan ini mampu memberikan batasan pada otak agar kehidupan tetap seimbang.

Batasi jam kerja semaksimal mungkin

Menentukan jam kerja selama di rumah akan terasa sulit dengan hadirnya keluarga di tengah kita. Terkadang kita harus merawat keluarga yang sakit selama jam kerja atau adanya anak yang harus diasuh disela-sela pekerjaan.

Sehingga, diperlukan pembatasan jam kerja dengan menerapkan waktu yang pas. Misalnya ketika jam tidur siang anak atau ketika jam bermain anak dengan keluarga di rumah. Menentukan batas prioritas juga dapat diterapkan ketika malam hari, agar pikiran tidak terfokus pada pekerjaan sepanjang waktu.

Utamakan tugas yang paling penting

Untuk menghindari stress berlebih, gunakan sistem kerja dengan memprioritaskan tugas penting terlebih dahulu. Selama bekerja di rumah, kita mungkin akan melakukan hal-hal yang dapat meningkatkan poin produktivitas harian.

Namun, hal ini justru akan menurunkan produktivitas dalam arti yang sebenarnya. Belum lagi jika pekerjaan kantor dilakukan bersamaan dengan pekerjaan rumah. Akhirnya, waktu yang digunakan untuk bekerja menjadi lebih panjang dan tidak efektif.

Penelitian juga menemukan bahwa waktu produktif seseorang hanya berlaku selama tiga jam. Diluar itu, kita mungkin akan kesulitan dalam menentukan fokus, terutama dengan situasi yang ada di rumah.

Harvard Business Review juga menyarankan agar sedikit melupakan pekerjaan terutama di saat istirahat atau hari libur. Selain menghindari resiko kelelahan lebih tinggi, hal ini juga bertujuan untuk menjaga kewarasan di tengah kondisi WFH.