Ramadhan Usai, Pertahankan Sikap Disiplin Selama Masa Pandemi

25/05/2020, 15:50 WIB
Bagikan:
Penulis Yakob Arfin Tyas Sasongko | Editor Mikhael Gewati

Bulan Ramadhan telah usai. Umat Islam pun telah menjalankan ibadah puasa selama 30 hari di tengah pandemi Covid-19.

Perlu diketahui, ibadah puasa ternyata tak sekadar soal menahan haus dan lapar, namun juga mengajarkan nilai disiplin sesuai amalan yang diajarkan dalam agama Islam.

Ustadz Quraish Shihab dalam sebuah dialog dengan Najwa Shihab di saluran Youtube Najwa Shihab mengatakan, salah satu bentuk disiplin bisa terwujud saat melaksanakan ibadah puasa.

“Puasa ini (bentuk) disiplin. Harus buka jam sekian, sahur jam sekian,” kata Quraish Shihab dalam perbincangan dengan topik ‘Tuntunan Islam tentang Disiplin’.

Ia pun menjelaskan bahwa disiplin tidak dikaitkan dengan suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, melainkan karena ada unsur ketaatan.

Dalam hal disiplin waktu misalnya. Saat puasa, setiap orang tanpa sadar telah belajar disiplin bangun pagi untuk sahur, sehingga perlahan menjadi sebuah kebiasaan yang baik.

"Disiplin waktu adalah masa yang disiapkan untuk memulai sesuatu dan mengakhirinya,” ujarnya.

Agar tercipta suatu ketertiban dalam kehidupan, menurutnya, diperlukan yang namanya sikap  disiplin.

Sebaliknya, tanpa disiplin, yang timbul kemudian justru kekacauan, dan kekacauan akan menimbulkan bencana.

“Oleh karena itu kita harus punya disiplin dalam diri kita sendiri,” tegasnya.

Apalagi, di masa pandemi ini pemerintah terus menyerukan pentingnya penegakan sikap disiplin oleh masyarakat.

Disiplin melawan Covid

Berakhirnya bulan Ramadhan menjadi momentum untuk menilik kembali esensi disiplin dalam ibadah puasa yang baru saja dijalankan, serta menerapkan sikap tersebut dalam upaya bersama menghadapi Covid-19.

Pasalnya, kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan pembatasan sosial dinilai sangat menentukan dalam pertarungan melawan Covid-19.

Disiplin tersebut diwujudkan saat melakukan physical distancing, tidak keluar rumah, tidak bepergian, serta tidak mudik yang akan menjadi kunci keberhasilan melawan Covid-19.

Saat masyarakat gotong royong menaati imbauan serta kebijakan pemerintah, maka secara kolektif pula ikut serta memutus mata rantai penularan Covid-19.

Selain diperlukan dalam memutus penyebaran corona, disiplin ternyata juga diperlukan menjalani work from home (bekerja dari rumah) saat masa karantina selama masa pandemi masih berlanjut.

Saat bekerja dari rumah, dibutuhkan sikap disiplin sebagaimana bekerja harian di kantor. Hal ini dibutuhkan agar rutinitas dan tugas dapat diselesaikan tepat waktu.

Hal itu mengingat bahwa bekerja dari rumah sangat rawan terjebak pada sikap menunda pekerjaan karena suasana rumah yang terasa santai.

Sebaliknya, bekerja dari rumah jutsru dibutuhkan kemauan tinggi untuk disiplin serta mengatur jadwal tugas secara ketat agar pekerjaan harian tidak dilalaikan.

Oleh karena itu, dengan menegakkan sikap disiplin di tengah pandemi ini, kita optimis keadaan dapat kembali normal dan masyarakat Indonesia aman dari bahaya virus corona.