Trik Jaga Berat Badan Biar Enggak Naik Saat Nikmati Sajian Lebaran

26/05/2020, 17:08 WIB
Bagikan:
Penulis Hotria Mariana | Editor Mikhael Gewati

 

Hari Raya Lebaran kerap dihiasi dengan beragam hidangan menggugah selera. Mulai dari yang berat seperti opor ayam, rendang daging, hingga suguhan kudapan ringan macam kue-kue kering dan minuman manis.

Tak heran acara makan-makan saat Lebaran menjadi suatu hal yang pantang bila dilewatkan. Hal ini sebenarnya sah-sah saja, mengingat Idul Fitri adalah momen setahun sekali.

Sayangnya, kebanyakan orang jadi aji mumpung. Seolah tak ada kata segan untuk menyantap semua hidangan yang tersedia. Padahal, jika kebablasan, kesehatan jadi taruhannya.

Sajian khas Lebaran cenderung tinggi lemak dan gula. Apabila dikonsumsi berlebihan dapat mengakibatkan naiknya berat badan.

Riset dari Herbalife Nutrition 2019 yang dimuat dalam Kompas.com, Senin (14/6/2019) menemukan, kebanyakan orang Indonesia mengalami kenaikan berat badan hingga enam kilogram seusai Ramadhan dan libur Lebaran. Ini terjadi karena mereka cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan selama masa tersebut.

Risiko tersebut semakin perlu Anda waspadai mengingat kondisi saat ini mengharuskan kita untuk berada di rumah sepanjang hari. Otomatis aktivitas fisik jadi berkurang. Kebanyakan hanya duduk atau rebahan. Sementara itu, konsumsi makanan jalan terus.

Bila selama masa karantina saja berat badan sudah naik, Anda perlu waspada saat libur Lebaran.

Asal tahu saja, naiknya berat badan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit. Sebut saja diabetes, serangan jantung, hipertensi, atau kolesterol tinggi.  Tentunya, kita tak ingin segala risiko ini terjadi, bukan?

Nah, berikut ini adalah trik bagaimana menjaga berat badan biar enggak naik usai Lebaran.

Batasi konsumsi makanan manis dan berlemak, perbanyak sayur dan buah

Batasan konsumsi gula harian menurut pakar gizi adalah 50 gram per hari atau setara dengan lima hingga sembilan sendok teh.

Perlu diketahui, makanan atau minuman manis biasanya mengandung 20 gram gula per sajiannya. Sementara itu, saat libur Lebaran beragam hidangan manis tersedia. Sebut saja kue kering, teh manis, sirup, cola, puding, hingga cake. Bahkan, nasi sendiri juga merupakan sumber gula.

Maka dari itu, agar Anda tak mengalami lonjakan berat badan usai Lebaran, sebaiknya kurangi menyantap hidangan yang mengandung kadar gula tinggi.

Batasan juga berlaku untuk makanan bersantan. Pasalnya, dalam satu sendok makan santan terdapat 34 kalori.

Meski opor, rendang, atau hidangan bersantan begitu menggoda, demi kesehatan ada baiknya perbanyak porsi sayur dan buah saat makan besar.

Serat dan vitamin yang terkandung di dalam sayur dan buah mampu melancarkan sistem pencernaan, sehingga menghindarkan Anda dari kenaikan berat badan. 

Kenali rasa kenyang

Berhentilah makan sebelum kenyang, apalagi kekenyangan. Sebab, ini akan membuat tubuh jadi malas bergerak.

Untuk mengetahui sampai di mana batasan rasa kenyang Anda, maka perlu menerapkan kesadaran penuh saat makan. Misalnya, tidak sambil ngobrol atau main gadget.

Penelitian yang dilakukan Jean Ogden, profesor Departemen Psikologi Universitas Surrey di Inggris menunjukkan, orang yang makan sembari melakukan hal lain cenderung akan makan berlebihan. Ini disebabkan mereka tak mengetahui dengan jelas kapan tubuh memberi sinyal kenyang.

Batasi jam makan, perhatikan asupan

Selain itu, perlu juga untuk membatasi jam makan, baik awal maupun akhir. Contoh, awal makan jam 10.00 pagi, kemudian batas akhirnya pada pukul 18.00.

Di sela jadwal kosong, Anda boleh mengisinya dengan mengonsumsi air putih atau minuman lain yang tidak berkalori. Misalnya, teh atau kopi tanpa gula.

Saat jam makan tiba, sebelum makan, perhatikan asupan yang akan Anda santap. Hindari mengonsumsi hidangan berlemak atau berminyak berlebih. Sebaiknya, perbanyak serat, seperti sayur dan buah.

Aneka kue dan minuman seperti cola atau sirup yang identik dengan rasa manis juga perlu Anda perhatikan. Jangan sampai lupa diri. Ingat, makanan berat saja sudah menyumbang kalori cukup banyak bagi tubuh.

Untuk mengetahui berapa jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh, Anda bisa manfaatkan aplikasi pencatat kalori yang banyak tersedia di Apps Store maupun Google Store.

Olahraga dan tidur yang cukup

Di samping memperhatikan asupan makanan dan minuman, Anda perlu berolahraga untuk membakar kalori yang ada dalam tubuh sehingga berat badan tetap terjaga.

Pilihan olahraga bisa apa saja, entah itu aerobik, jogging, atau sekadar latihan stretching (peregangan) seperti jumping jack, plank, squat, atau sit up. Sekarang ini banyak video workout tersedia di YouTube yang bisa langsung Anda coba di rumah.

Bila olahraga tak memungkinkan, Anda bisa melakukan aktivitas fisik lain, seperti bersih-bersih rumah atau apapun yang membuat tubuh bergerak dan berkeringat.

Selain itu, cukupkan kebutuhan istirahat Anda. Sebab, kurang tidur dapat menyebabkan stres. Kondisi psikis ini turut berkontribusi pada naikknya berat badan.