Siapkan Dana Darurat, Jurus Antipanik Atur Keuangan Selama Pandemi

28/05/2020, 11:00 WIB
Bagikan:
Penulis Yakob Arfin Tyas Sasongko | Editor Mikhael Gewati

 

Perekonomian saat ini memang sedang diuji, salah satunya dengan adanya virus corona di berbagai belahan dunia. Tantangan ekonomi itu tak cuma dirasakan masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat di negara-negara lain.

Pandemi Covid-19 tidak hanya mengancam nyawa manusia, tapi juga memporak-porandakan perekonomian berbagai negara, termasuk Indonesia.

Maka dari itu selain menerapkan protokol kesehatan, masyarakat pun harus jeli mengatur keuangan selama masa pandemi.

Dalam situasi tersebut, Financial Planner Prita Ghozie mengatakan perlu upaya untuk memperkokoh pondasi keuangan dengan menyiapkan dana darurat.

Hal itu diuraikannya dalam Youtube Channel ZAPFinance TV bertajuk “Virus Corona Masuk Indonesia Apa Hubungannya dengan Ngatur keuangan Rumah Tangga?”

Dalam saluran tersebut Prita menjelaskan berbagai langkah antisipasi yang dapat dilakukan untuk menghadapi kondisi perekonomian dengan jurus antipanik. Berikut ini lima jurus yang perlu dicermati.

1. Evaluasi sumber penghasilan

Tidak semua pekerjaan terdampak pandemi Covid-19 secara langsung. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk tak panik berlebihan.

Namun ada pula sektor pekerjaan yang terdampak langsung atas adanya wabah virus corona. Bagi Anda yang bekerja pada sektor tersebut wajib menyesuaikan anggaran rumah tangga.

Meski demikian Prita menyarankan untuk tetap menjalani hidup secara normal dengan memperhitungkan kewaspadaan.

Lalu yang tak kalah penting adalah mengevaluasi apakah dana darurat yang Anda miliki sudah cukup atau belum.

2. Hitung budget rumah tangga

Kalau akhirnya perusahaan di mana Anda bekerja terdampak adanya virus corona, Prita mengingatkan untuk waspada, namun tetap dalam posisi tenang.

Selanjutnya atur ulang sekaligus evaluasi kembali budget keuangan rumah tangga Anda. Selain itu, cek pula kira-kira biaya-biaya pengeluaran paling tinggi ada di pos pengeluaran. Selanjutnya periksa kembali pos mana yang diperkirakan akan sama seperti kondisi sebelum adanya pandemi.

Itulah sebabnya perlunya upaya untuk menguatkan budget living, saving, dan playing. Namun di antara ketiganya, prioritaskan pada pos saving dengan menambah dana darurat.

3. Perbesar saldo dana darurat 

Prioritas semua orang pada masa-masa seperti ini, yaitu memperkokoh cash liquid masing-masing rumah tangga, atau dengan kata lain disebut dana darurat.

Bagi Anda yang bekerja sebagai karyawan, besaran dana darurat yang perlu disiapkan adalah tiga kali dari pengeluaran bulanan.

Sementara itu, Anda yang saat ini berstatus sebagai freelancer atau pemiliki usaha, disarankan untuk memiliki dana darurat 12 kali pengeluaran rutin bulanan.

Seperti apa maksudnya? Begini penjelasannya.

Kalau misalnya pengeluaran rutin bulanan sebesar Rp 5.000.000, Anda yang masuk kategori karyawan setidaknya menyiapkan dana darurat Rp 15.000.000. Dana tersebut disimpan dalam tabungan terpisah.

Adapun bagi freelancer tinggal mengalikan 12 dengan Rp 5.000.000 sehingga total dana daruratnya Rp 60.000.000. Dana ini pun ditabung dalam rekening terpisah pula.

Asal tahu saja, dana darurat tersebut sangat bermafaat bila tiba-tiba harus menambah biaya kesehatan atau membantu orang lain yang membutuhkan.

Selain itu bisa juga dimanfaatkan untuk membeli fasilitas yang memang dibutuhkan, sehingga dalam situasi tertentu tetap dapat membelinya.

4. Prioritas pos kesehatan

Pada saat menyusun budget bulanan rumah tangga, Anda dibolehkan untuk meningkatkan alokasi dana di bagian pos kesehatan

Contohnya, anggaran belanja diperbanyak pada bagian pembelian buah dan sayuran, vitamin, atau obat-obatan yang dibelanjakan seperlunya sesusai kondisi kesehatan Anda.

5. Hindari dulu pembelian barang konsumsi

Pembelian barang konsumsi untuk sementara dihindari dahulu, teritama dengan bantuan pinjaman.

Sebagai contoh, kadang-kadang pada momen seperti ini Anda sudah merencanakan berliburan ke suatu kota atau negara. Namun kali ini priotitas utama adalah memperokokoh pondasi keuangan.

Untuk sementara ini, Anda bisa alihkan dahulu dana-dana tersebut buat tujuan prioritas, seperti dana darurat.

Adapun pembelian hal-hal yang sifatnya bukan prioritas, bisa Anda tunda terlebih dahulu. Apalagi kalau pembelian tersebut mengharuskan membelinya dengan cara mencicil.

Nah, itulah lima tips agar Anda bisa mengelola keuangan di masa pandemi. Jangan panik ataupun gegabah dalam mengelola keuangan.

Sebaliknya, senantiasa berpikir jernih sekaligus mempunyai strategi yang baik, selalu berupaya dan berdoa menyerahkan setiap keadaan pada Tuhan.