Tips Merawat Lansia Agar Selalu Sehat di Tengah Pandemi

28/05/2020, 11:00 WIB
Bagikan:
Penulis Hotria Mariana | Editor Mikhael Gewati

Tinggal bersama orang lanjut usia (lansia) di tengah pandemi Covid-19 bukanlah sesuatu yang mudah dan perlu ekstra hati-hati.

Pasalnya, manusia lanjut usia (manula) menjadi kelompok usia yang rentan terpapar virus corona. Belum lagi jika memiliki gangguan kesehatan kronis. Maka risikonya semakin tinggi.

Nah, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan dalam merawat lansia di rumah agar tetap sehat selama pandemi.

Prioritaskan kesehatan dan kebersihan diri

Sebagai orang yang merawat dan tentunya melakukan kontak langsung dengan lansia, Anda wajib utamakan kesehatan dan kebersihan diri terlebih dahulu.

Cuci tangan sesering mungkin, terapkan pola hidup sehat untuk meningkatkan imunitas, dan hindari keluar rumah bila tak ada urgensinya.

Jika harus bepergian, terapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan jaga jarak (physical distancing). Saat kembali ke rumah, segera bersihkan diri. Cuci tangan dan kaki, serta mengganti pakaian.

Selanjutnya, agar lansia tetap sehat selama menjalani karantina di rumah, berikut ini tipsnya.

Penuhi kebutuhan nutrisi lansia lewat makanan

Umumnya, lansia cenderung makan dalam porsi sedikit. Bila orang dewasa tiga kali sehari, mereka hanya dua kali.

Ketua divisi geriatri di Duke University, Cathleen Colon-Emeric, MD mengatakan, porsi makan yang sedikit akan menimbulkan dampak buruk bagi tubuh manula.

"Penurunan berat badan akan mengurangi produksi dan fungsi sistem kekebalan tubuh. Selain itu, juga berdampak negatif pada massa otot dan kepadatan tulang," kata Dr. Colon-Emeric dalam Live Strong, Sabtu (25/4/2020).

Otot yang melemah menyebabkan terganggunya keseimbangan tubuh. Inilah alasan mengapa manula kerap jatuh saat berdiri.

Sementara itu, sering terjatuh akan memperburuk kondisi tulang hingga akhirnya membuat manula rentan mengalami patah tulang.

Karena itu, profesor geriatri Universitas California San Francisco Louise Aronson menyarankan, agar orang lansia tetap menjaga pola makannya.

“Konsumi makanan berwarna supaya Anda dapat memenuhi asupan vitamin, mineral, dan zat gizi mikro yang mendukung sistem imun, atau dengan kata lain menjalankan diet nabati yang penuh dengan sayuran dan buah-buahan, " kata Dr. Aronson.

Mengenai massa otot, Dr. Colon-Emeric menganjurkan agar manula untuk mengonsumsi protein 1 hingga 1,5 gram per satu kilogram berat badan setiap harinya.

Selain itu, lengkapi juga dengan asupan asam lemak omega-3 yang dapat menyehatkan jantung manula. Nutrisi ini bisa Anda temukan pada salmon, tuna, atau sarden. Opsi lainnya, biji rami, chia, atau kacang kenari.

Sementara itu, bagi manula yang mengalami kelebihan berat badan, cobalah untuk melakukan diet. Usahakan penurunan berat tubuh terjadi secara perlahan, hati-hati, dan di bawah bimbingan dokter atau ahli gizi.

Ajak bergerak

Strategi lain untuk menghindari hilangnya massa otot dan kepadatan tulang adalah dengan latihan menahan beban secara teratur.

Berdasarkan Physical Activity Guidelines for Americans, manula harus tetap berolahraga, setidaknya 30 menit sehari lima kali dalam seminggu.  

“Anda bisa membagi durasi tersebut menjadi dua kali, masing-masin 15 menit,” saran Dr. Colon-Emeric.

Apabila tak memungkinkan, manula bisa melakukan aktivitas fisik lainnya. Ini lebih baik daripada tidak sama sekali. Misalnya ketika menelepon seseorang, ketimbang duduk, lebih baik dilakukan sambil berjalan supaya badan bergerak.

Untuk olahraga, Aronson menganjurkan empat bentuk latihan fisik untuk orang lansia. Pertama, peregangan untuk mencegah cedera.

Kedua, latihan keseimbangan untuk mengurangi risiko manula terjatuh saat berdiri. Ketiga, latihan resistensi buat membangun otot, mengurangi nyeri sendir, dan meminimalisir tulang keropos.

Terakhir adalah aerobik yang baik untuk jantung dan paru-paru. Pilihannya bisa jalan santai atau berenang.

Untuk mempelajari gerakan dari masing-masing latihan tersebut, Anda bisa membantu manula mencari video tutorialnya di Youtube atau aplikasi olahraga yang banyak tersedia di App Store maupun Google Store.

Batasi keluar rumah, termasuk ke rumah sakit

Untuk mencegah penularan virus Covid-19, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan untuk menghindari kunjungan langsung ke dokter.

Apabila orang lansia memiliki gangguan kesehatan yang mengharuskan rutin minum obat dan kontrol ke dokter, hal yang perlu Anda lakukan adalah prioritaskan konsumsi obatnya.

Selama kondisi lansia baik-baik saja dengan konsumsi obat, maka urusan check up ke dokter bisa ditunda untuk sementara waktu.

Jika merasa masih membutuhkan konsultasi dengan dokter, lakukanlah secara daring. Ada beragam aplikasi kesehatan yang menyediakan fitur chat langsung dengan dokter.

Di awal mungkin terasa aneh karena harus membuat janji lalu baru bisa kontak dengan dokter. Namun, inilah satu-satunya cara untuk menghindarkan lansia dari risiko paparan virus di luar sana.     

Biarkan manula tetap berinteraksi secara sosial

Menjaga jarak dan tidak keluar rumah bukan berarti tidak melakukan interaksi sosial. Sebab, bagi lansia, hal ini begitu penting karena menjadi ukuran kesejahteraan mereka di usia senja.

Pun, secara tak langsung, interaksi sosial membantu mengurangi risiko orang lansia terkena alzheimer, masalah jantung, hingga kanker.

Dr. Colon-Emeric menganjurkan manula untuk memanfaatkan fitur video call agar interaksi sosialnya tetap terjaga.

Jika manula gagap teknologi, tugas Anda adalah mengajarkan pelan-pelan cara menggunakan gawai.

Perkenalkan juga lansia cara-cara mengakses konten hiburan, baik itu film, video-video lucu, atau game untuk mengurangi kebosanan selama karantina.

Latih daya pikirnya

Lansia tak hanya mengalami penurunan metabolisme, tapi juga kemampuan daya pikirnya. Tak heran, sebagian manula kerap pikun pada suatu hal.

Oleh sebab itu, untuk meminimalisir risiko gangguan kognitif, ajak manula melakukan aktivitas yang merangsang kemampuan otak. Misalnya, bermain kartu, puzzle, atau mengisi teka-teki silang.

Melatih kemampuan kognitif lansia juga bisa dilakukan lewat aktivitas fisik, seperti berkebun, menyulam, atau menjahit.