Kiat Bekerja Efektif Meski Tanpa ART di Rumah

29/05/2020, 17:17 WIB
Bagikan:
Penulis Fathia Yasmine | Editor Sheila Respati

Bekerja di rumah merupakan impian bagi para ibu yang bekerja kantoran. Selain dianggap lebih praktis dengan melakukan pekerjaan sekaligus mengasuh anak di satu tempat. Bekerja dari rumah juga dapat menghilangkan rasa jenuh akibat terlalu sering berada di kantor.

Namun, dengan adanya pandemi yang mengharuskan ibu untuk bekerja di rumah dalam waktu cukup lama, tentu akhirnya menimbulkan problematika tersendiri. Salah satunya jika anak ingin terus ditemani bermain, padahal ibu memiliki banyak pekerjaan yang harus dikerjakan.

Belum lagi dengan adanya pekerjaan rumah seperti memasak dan mencuci pakaian. Hal ini akan terasa sulit bila tak memiliki asisten rumah tangga atau ART.

Untuk mencegah kewalahan di rumah, berikut merupakan tips bekerja di rumah dirangkum dari Kompascom.

1. Membuat jadwal

Untuk menyiasati pembagian waktu antara pekerjaan rumah dan kantor, buatlah jadwal harian yang menunjukan waktu pengerjaan kedua kegiatan tersebut. Bila anak belum berusia dewasa, buatlah juga jadwal harian untuk mengatur kegiatan makan, bermain, dan beristirahat setiap hari.

2. Bekerja saat jam tidur siang

Jam tidur siang anak dapat dimanfaatkan untuk mengerjakan pekerjaan kantoran yang tertunda. Bila anak sulit diajak tidur siang, lakukan pendekatan dengan memberikan buku atau mainan untuk mengalihkan perhatiannya.

3. Menciptakan area kerja sendiri

Hambatan dalam bekerja di rumah salah satunya dengan hadirnya anak yang ingin terus minta diperhatikan, sehingga Anda kesulitan untuk fokus pada pekerjaan.

Jika memungkinkan, bekerjalah dengan ruangan yang terpisah dari ruangan tempat anak bermain. Anda juga dapat mengkreasikan ruangan di rumah agar suasana kerja yang fokus dapat terasa.

4. Buat anak tetap terhibur

Anak terus menghampiri selama bekerja? Berikan hiburan melalui film kesukaan anak agar anak anteng menonton film. Selain itu, tetap berikan kebutuhan anak selama bekerja. Hal ini dapat menghindari anak dari rewel atau ingin diperhatikan.

5. Menyiapkan diri dari interupsi anak

Interupsi anak sering dirasakan ketika adanya online meeting dengan rekan kerja. Meski rekan umumnya maklum, namun Anda dapat membuat perjanjian sendiri dengan anak untuk mengurangi interupsi. Anda dapat menggunakan tanda atau pakaian khusus yang menandakan bahwa Anda sedang tidak dapat diganggu.

6. Menyampaikan kondisi pada atasan

Jika hubungan dengan atasan termasuk baik, Anda dapat mengkomunikasikan situasi WFH dengannya. Misalnya ada waktu tertentu dimana Anda harus mendampingi anak maupun dimaklumi jika ada interupsi darinya ketika online meeting berlangsung.

7. Bernegosiasi dengan anak

Bila anak berusia cukup dewasa, Anda dapat bernegosiasi agar anak dapat membantu suasana kerja menjadi lebih kondusif. Melalui hal ini, anak akan merasa memberi peran penting terhadap pekerjaan Anda dan muncul timbal balik dengan mengajaknya bermain seusai bekerja.

8. Memodifikasi cara kerja

Salah satu keuntungan bekerja dari rumah yaitu Anda lebih fleksibel dalam menentukan penyelesaian pekerjaan. Anda dapat memanfaatkan aplikasi untuk membantu pekerjaan sembari menemani anak untuk bermain atau makan. Misalkan dengan mengunduh aplikasi online meeting atau aplikasi penulis dokumen.

Bekerja di rumah memang jadi tantangan tersendiri dan tak mudah dilakukan. melalui tips di atas, Anda diharapkan tidak lagi merasa kesulitan untuk membagi waktu antara pekerjaan rumah dan peran sebagai orangtua.