Apakah Aman Pesan Makanan Secara Online di Masa Pandemi? Ini Kata Ahli

30/05/2020, 14:35 WIB
Bagikan:
Penulis Hotria Mariana | Editor Mikhael Gewati

Bagi kebanyakan orang, memesan makanan secara online merupakan solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan pangan selama masa karantina, di samping harus memasak sendiri.

Namun di balik kepraktisannya, terselip kekhawatiran soal keamanan makanan yang dipesan. Ini mengingat selama proses pembuatan hingga pengantaran terjadi kontak fisik antara tangan dan makanan.  

Belum lagi ada penelitian yang menemukan bahwa virus corona mampu bertahan pada benda mati, seperti alumunium, plastik, kertas, dan kayu.

Akan tetapi, itu bukanlah cara penularan utama dari virus Covid-19 ke manusia.  Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Food and Drug Administration (FDA) sejauh ini tidak ada bukti bahwa virus Covid-19 dapat ditularkan melalui makanan atau kemasan makanan. Transmisi hanya terjadi melalui droplets (tetesan) batuk atau bersin yang masuk ke hidung atau mata orang lain.

Hal senada juga disampaikan Profesor Ilmu Kesehatan Lingkungan di University of Minnesota, Craig Hedberg, PhD.

Bahkan, Hedberg yang juga pakar keamanan makanan menilai, memesan makanan lewat layanan pesan-antar justru lebih baik dibandingkan pergi ke tempat makan. 

"Menunggu antrean, duduk di meja yang padat orang, atau duduk dengan kelompok besar menjadi peluang untuk terpapar virus yang mungkin dibawa oleh orang lain," katanya Hedberg dikutip dari Healthline, (13/3/2020)

Meski begitu, Anda harus tetap hati-hati karena risiko penularan bisa terjadi di mana dan kapan saja. Berikut ini adalah tips untuk memastikan keamaan makanan yang dipesan secara online.

Pertama, pesan dari restoran atau resto terpercaya. Bila Anda memiliki tempat langganan yang terjamin kebersihannya, sebaiknya pesan dari resto tersebut.

Namun, jika ingin menjajal menu di tempat lain, cek terlebih dahulu restoran yang Anda ingin coba. Caranya, bisa lewat ulasan-ulasan di internet atau lewat akun media sosial restoran.

Pertimbangkan kembali memesan makanan dari resto yang tidak memiliki informasi secara online.

"Coba cek instagram resto yang mau dipesan, biasanya mereka akan post foto atau video proses persiapan masak dan packing makanannya. Lalu, sewaktu mau memesan bisa tanya detail cara pengemasan dan pengirimannya juga,” saran Frederika Gozali, pemilik restoran Spumante di kawasan Menteng, Jakarta Pusat dikutip dari Kompas.com, Kamu (30/4/2020).

Kedua, ingatkan kurir pengantar makanan soal physical distancing. Minta kepada mereka untuk meletakkan makanan di depan pintu atau pagar.

Kemudian, pertimbangkan soal uang tip. Ahli etika Carissa Véliz mengatakan, masyarakat selalu bergantung pada minoritas untuk melakukan pekerjaan berisiko atau tidak menyenangkan yang tidak semua orang bersedia melakukannya. Agar etis, idealnya, orang-orang itu harus dibayar lebih dari orang lain yang memiliki pekerjaan yang lebih nyaman.

Ketiga, hindari makan dari kemasan langsung. Sebaiknya pindahkan ke wadah bersih, lalu panaskan sebentar dengan microwave jika memungkinkan. Cara ini bertujuan untuk menghindari virus, bakteri, atau kuman yang mungkin menempel pada kemasan makanan selama proses pengantaran.

Keempat, buang bungkus makanan ke tempat sampah dan segera cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama kurang lebih 20 detik. Ulangi kembali saat Anda hendak menyantap makanan yang dipesan dan setelah selesai makan.

Bila tak memungkinkan untuk cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir, Anda bisa menggunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol 70 persen sebagai alternatifnya.

Itulah cara aman untuk menghindari penularan virus corona setelah melakukan pesan makanan lewat secara online. Selain menerapkan protokol kesehatan, jangan lupa jalani juga pola hidup sehat, ya.