Ini 3 Kebiasaan dan Cara Makan yang Diprediksi Berubah Akibat Covid-19

31/05/2020, 11:34 WIB
Bagikan:
Penulis Yakob Arfin Tyas Sasongko | Editor Mikhael Gewati

Kehadiran virus corona yang melanda seluruh dunia telah banyak mengubah pola kehidupan manusia.

Tak cuma berdampak terhadap perekonomian berbagai negara, tetapi juga membentuk cara adaptasi manusia terhadap virus tersebut.

Dalam situasi normal berbagai aktivitas sedianya dilakukan di luar rumah. Kini setiap kegiatan harus dilakukan dari rumah baik itu bekerja, belajar, maupun ibadah.

Selain itu pola makan pun ikut berubah, termasuk banyak orang mulai lebih peduli terhadap kebersihan hingga pola makan. Hal ini termasuk cara manusia membeli dan mengonsumsi makanan.

Dikutip dari Grid.ID, berikut ini sejumlah kebiasaan makan yang berubah semenjak adanya pandemi virus corona yang mungkin tidak kamu sadari.

Makanan kaleng

Meskipun telah ada langkah pasti untuk membeli dan makan makanan lokal yang segar selama beberapa tahun terakhir, pandemi ini memberi masyarakat cara baru dalam menilai produk kalengan, beku, dan instan.

Peralihan ke makanan beku dan kalengan terjadi selama masa pandemi karena orang-orang lebih sedikit melakukan perjalanan ke toko kelontong.

Bahkan masyarakat yang sebelumnya mencibir gagasan menyimpan segala jenis makanan, mungkin sudah mulai melakukannya dalam beberapa minggu terakhir.

Ahli Gizi Diet di Mary Free Rehabilitation Hospital, Hannah Skaggs mengatakan, di Amerika Serikat, masyarakat memiliki apresiasi baru terhadap barang-barang kalengan.

“Termasuk juga apresiasi pada barang-barang yang dapat disimpan dan telah belajar untuk memasukkannya ke dalam makanan sehari-hari dan bermain dengan resep baru," katanya.

Konsumsi daging menurun

Salah satu dari banyak efek samping pandemi adalah soal produksi daging, di mana ini akan berpotensi terus berlanjut setelah wabah ini berakhir.

"Karena fasilitas pengemasan daging terbatas pada tingkat historis, kami telah menyaksikan pembatasan pembelian daging," kata Skaggs.

Akibatnya, banyak orang yang mencari pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan protein mereka, seperti makanan laut dan sumber protein non-daging.

Makanan lokal sering dicari

Menurut Laporan Dampak Yelp Coronavirus, selama masa pandemi Covid-19, konsumen cenderung mencari makanan yang sifatnya mendukung pertanian lokal. Keinginan ini diketahui meningkat 430 persen selama pandemik.

"Makan lokal bermanfaat bagi masyarakat lokal dan ekonominya," kata Sedivy.

Steven Salm, CEO Chase Hospitality Group mengatakan, bahwa restoran kemungkinan akan berevolusi untuk mulai menyajikan makanan yang didapatkan dari petani, nelayan, dan pemasok lainnya yang menerapkan metode berkelanjutan dan aman.

"Restoran perlu mengambil tanggung jawab untuk membentuk kembali rantai pasokan kami, jadi kami memusatkan daya beli kami terhadap pemasok yang saat ini dilupakan, di mana mereka yang mengedepankan misi untuk peduli dengan kesehatan, keselamatan, dan kekebalan manusia," kata Salm.

Itulah 3 perubahan kebiasaan dan cara makan selama masa pandemi. Kalau kamu, perubahan apa yang ikut berubah akibat situasi ini? Apapun perubahannya, pastikan tetap mengacu pada pola makan seimbang agar tetap prima menghadapi virus corona.