Mal Buka Lagi, 5 Hal ini Penting Dilakukan Oleh Pengusaha Ritel

02/06/2020, 17:55 WIB
Bagikan:
Penulis Dea Duta Aulia | Editor Dana Delani

Belum lama ini, banyak berita beredar di tengah masyarakat, mengatakan bahwa pusat perbelanjaan seperti mal di Jakarta akan kembali dibuka pada 5 Juni 2020 mendatang.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, membantah dan mengatakan pihaknya belum menentukan kapan mal atau pusat perbelanjaan di Jakarta akan kembali beroperasi.

Anies juga menegaskan butuh waktu untuk pembukaan mal dan tempat hiburan, sebab menunggu hasil evaluasi PSBB tahap ketiga.

Meskipun kejelasan pembukaan mal belum pasti, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey, mengatakan pihaknya telah menyiapkan aturan terkait rencana pembukaan kembali mal. Ia menekankan, jika pembukaan mal dilaksanakan, para pengusaha ritel di bawah Aprindo harus menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

Roy menambahkan, ada lima aturan yang harus dijalankan kalau operasional mal kembali dibuka.

Kedisiplinan tenaga kerja

Pihaknya menekankan agar para pekerja disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan Covid-19 di lingkungan sosial masyarakat. Hal itu penting untuk dilakukan agar memastikan higienitas pekerja dalam memberikan pelayanan kepada konsumen.

Pihaknya juga akan melakukan pelatihan kepada pekerja untuk lebih memahami prosedur ketetapan kesehatan yang berlaku, seperti pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan sesering mungkin, memastikan kesehatan tubuh, dan selalu memakai alat pelindung misalnya masker dan sarung tangan.

Pastikan alat penunjang terbebas dari virus

Aprindo juga mengingatkan agar para pengusaha untuk selalu mempersiapkan kebersihan daripada peralatan penunjang, seperti troli atau keranjang. Agar tetap bersih, sebaiknya alat penunjang rutin disemprot dengan cairan disinfektan.

Pentingnya peran petugas keamanan

Agar memastikan protokol kesehatan dapat berjalan, Aprindo akan melakukan palatihan kepada tenaga keamanan di toko. Hal itu bertujuan untuk membantu dan mengatur konsumen yang masuk ke toko dan mencegah terjadinya kerumuman pengunjung.

Kesadaran pengunjung dengan protokol sehatan

Peran konsumen juga sangat penting dalam menjalankan protokol sehatan. Aprindo mengungkapkan, pengunjung yang masuk ke dalam pusat perbelanjaan diwajibkan untuk mengatur jarak aman minimal 1,5 meter.

Koordinasi dengan manajemen internal

Selain menekankan empat poin di atas, Aprindo juga akan mempersiapkan manajemen internal dengan mempertahankan tingkat pelayanan yang sudah berjalan selama ini melalui sisitem pengiriman barang. Aprindo ingin memastikan agar barang yang diterima oleh konsumen aman, tidak kaladuarsa, dan tersedia di toko.