Ngantor Lagi, Simak Panduan ‘New Normal’ yang Wajib Dipatuhi Perusahaan

03/06/2020, 18:00 WIB
Bagikan:
Penulis Bardjan | Editor Dana Delani

Menyambut new normal, sebagian besar pekerja kembali masuk kantor setelah lebih dari dua bulan melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Sebagai upaya menjaga roda perekonomian tetap berjalan, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi mengeluarkan Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemik.

Protokol kesehatan di perusahaan diberlakukan, mengutip pernyataan Menkes Terawan Agus Putranto, agar dunia usaha dan masyarakat pekerja punya kontribusi besar untuk memutus rantai penularan virus Covid-19, mengingat pekerja memiiki mobilitas yang cukup tinggi.

“Tempat kerja sebagai fokus interaksi dan berkumpulnya orang merupakan faktor risiko yang perlu diantisipasi penularannya,” katanya seperti dikutip Tribunnews, Sabtu (23/5/2020).

Sudah tahu panduan lengkap aturan new normal yang harus dipatuhi perusahaan di tempat kerja, baik di perkantoran maupun industri? Berikut panduan yang telah dirangkum dari Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020.

1) Perusahaan diwajibkan membentuk Tim Penanganan Covid-19 di tempat kerja yang berisikan pimpinan, bagian kepegawaian, bagian K3 dan petugas kesehatan yang diperkuat dengan surat keputusan dari pimpinan tempat kerja.

2) Pekerja diminta melaporkan bila ada kasus yang dicurigai Covid-19 (gejala demam atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan/sesak napas) untuk dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan.

3) Dilarang keras memperlakuan kasus positif sebagai suatu stigma.

4) Adanya pengaturan bekerja dari rumah (work from home) dengan menentukan pekerja esensial yang perlu tetap bekerja atau datang ke tempat kerja, serta pekerja yang dapat melakukan pekerjaan dari rumah.

5) Bagi pekerja esensial yang harus tetap masuk kantor selama PSBB berlangsung harus, melalalui proses pengukuran suhu tubuh di pintu masuk tempat kerja, yakni dengan menggunakan thermo gun. Selain itu, wajib menerapkan self assessment risiko covid-19 untuk memastikan pekerja yang akan masuk kantor dalam kondisi bersih dari virus Corona.

6) Pengaturan waktu kerja atau lembur yang tidak terlalu panjang, sehingga pekerja tidak akan kekurangan waktu untuk beristirahat yang dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan/imunitas tubuh.

7) Jika memungkinkan shift 3 (waktu kerja yang dimulai pada malam hingga pagi hari) ditiadakan Bagi pekerja shift 3 diwajibkan adalah mereka yang berusia kurang dari 50 tahun.

8) Mewajibkan pekerja menggunakan masker sejak perjalanan dari atau ke rumah, dan selama di tempat kerja.

9) Mengatur asupan nutrisi makanan yang diberikan oleh tempat kerja, pilih buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, jambu, dan sebagainya untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh. Jika memungkinkan pekerja dapat diberikan suplemen vitamin C.

10) Menjaga kualitas udara tempat kerja dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ruangan kerja, pembersihan filter AC.

11) Memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih dan disinfektan yang sesuai (setiap 4 jam sekali). Terutama pegangan pintu dan tangga, tombol lift, peralatan kantor yang digunakan bersama, area dan fasilitas umum lainya.

12) Menyediakan hand sanitizer dengan konsentrasi alkohol minimal 70 persen di tempat-tempat yang diperlukan (seperti pintu masuk, ruang meeting, pintu lift, dll).

13) Memfasilitasi sarana cuci tangan (sabun dan air mengalir), yang dilengkapi dengan petunjuk lokasi sarana cuci tangan serta poster edukasi cara mencuci tangan yang benar.

14) Physical distancing dalam semua aktivitas kerja. Pengaturan jarak antar-pekerja minimal 1 meter pada setiap aktivitas kerja (pengaturan meja kerja/workstation, pengaturan kursi saat di kantin, dll).

15) Mengampanyekan Pola Hidup Sehat dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tempat kerja, seperti mendorong pekerja untuk mencuci tangan pakai sabun (CTPS), membudayakan etika batuk yang benar, makan makanan bergizi seimbang, olahraga teratur dan berjemur saat jam istirahat, dan menghindari penggunaan alat pribadi secara bersama

16) Melakukan edukasi intensif kepada seluruh pekerja mengenai pemahaman dan pengetahuan yang benar terkait pandemi Covid-19, sehingga pekerja dapat secara mandiri melakukan tindakan preventif dan promotif guna mencegah penularan penyakit, serta mengurangi kecemasan berlebihan akibat informasi tidak benar.

Selamat bekerja! Selain melakukan upaya pencegahan virus secara mandiri, jangan lupa juga patuhi aturan di atas ya.