Sidang Skripsi Online Bakal Jadi New Normal di Dunia Akademik?

04/06/2020, 13:00 WIB
Bagikan:
Penulis Bardjan | Editor Dana Delani

Beberapa waktu lalu, Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar sidang wisuda online, sehingga para mahasiswa dapat mengikuti proses kelulusan dari rumah masing-masing.

Tapi tahukah kamu, selain wisuda, ternyata sidang skripsi juga bisa dilakukan secara online.  Yup, meski terdengar asing, nyatanya sidang skripsi online sudah jadi semacam kelaziman baru dalam kebijakan akademik sebagian kampus.

Sejak 16 Maret 2020 lalu, Mendikbud bersama perguruan tinggi merilis edaran pembelajaran jarak jauh secara daring sebagai respons dari pandemi. Tapi, agenda perkuliahan yang urgen, seperti wisuda,  seminar proposal, dan sidang skripsi tetap berlangsung sesuai kalender akademik

Untuk itu, universitas menyiasati kelancaran kelulusan mahasiswa dengan menggelar sidang skripsi online melalui layanan video conference.

Salah satunya adalah Universitas Padjadjaran. Lewat salah satu program studinya, yakni Biologi, Unpad berhasil meluluskan satu mahasiswanya lewat sidang skripsi online pada Selasa (31/3/2020) lalu.

Melansir Kompas.com, mahasiswa yang berhasil menempuh sidang skripsi secara daring adalah Naufalni Anwar.

Meski dilakukan secara daring, pihak dosen mengatakan bahwa aktivitas sidang tetap mengutamakan tata tertib. Mahasiswa tetap berpakaian rapi dan menggunakan jas almamater saat menjalani sidang.

“Sidang terbagi menjadi 3 sesi untuk menyiasati batasan waktu telekonferensi pada Zoom, yaitu 40 menit,” ujar Budi Irawan, dosen Biologi Unpad yang dikutip Kompas laman resmi Unpad.

Sesi pertama diisi dengan persiapan dan tanya jawab pembimbing. Sesi dua diisi dengan tanya jawab tim penguji, sedangkan sesi tiga diisi dengan briefing penilaian dan pembacaan yudisium.

Mulai nge-tren

Seian Unpad, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya juga tegah mempersiapkan fitur sidang online sejak Maret 2020 lalu.

Mengutip Kompas.com pada Senin (23/3/2020), Unair mulai mempersiapkan fitur ujian skripsi online dalam sistem e-learning-nya untuk pelaksanaan perkuliahan. Sehingga, ujian skripsi tidak menutup kemungkinan bisa dilakukan secara daring.

“Antara mahasiswa, dosen penguji dan pembimbing bisa meeting fully online, tidak harus face to face,” terang Yuni yang juga merupakan dosen Sastra Inggris. Untuk ujian skripsi secara daring ini, menurut Yuni, bisa jadi salah satu opsi di mana dosen penguji dan pembimbing tidak harus bertemu secara fisik.

Ada pula Qutwatun Hasanah, mahasiswi Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Jember, berhasil lulus ujian skripsi yang digelar secara online pada April lalu.

Sidang skripsi online tersebut adalah yang pertama di kampusnya. Oleh karena itu, Qutwatun harap-harap cemas dengan ujian tersebut, sebab khawatir tidak lulus.

Mengutip artikel Kompas.com pada (7/4/2020) lalu, Qutwatun berpendapat bahwa sidang online memuat berbagai gangguan kecil, terutama ketika sinyal agak lambat, akhirnya ujian terganggu. Kendati demikian, mahasiswi asal Kecamatan Patrang ini mampu melewati kendala dan berhasil lulus.

Jika sidang skripsi online faktanya mampu dijalankan dengan efektif dalam proses kelulusan mahasiswa, akankah metode ini menjadi kelaziman baru dalam kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia, terutama di tengah pandemi yang penuh ketidakpastian?