Yuk, Bantu Anak Pahami Pentingnya Physical Distancing dengan Cara Ini

19/06/2020, 15:35 WIB
Bagikan:
Penulis Annisa Dea | Editor Sri Noviyanti

Disiplin menerapkan physical distancing saat beraktivitas menjadi tantangan tersendiri. Tidak jarang kita masih sering lupa untuk menjaga jarak aman saat beraktivitas di luar rumah.

Tantangan penerapan physical distancing ternyata tidak hanya dirasakan orang dewasa, tapi juga anak-anak. Sebab, anak-anak harus mengubah kebiasaan dengan hal-hal baru yang belum mereka pahami.

Untuk itu, orangtua memiliki peran penting dalam mengenalkan dan memberi pemahaman mengenai virus Covid-19 dan physical distancing.

Lantas, bagaimana cara yang tepat untuk memberikan pemahaman pada anak soal physical distancing? Berikut beberapa kiatnya yang dikutip dari nytimes.com, Sabtu (13/6/2020).

Jujur (sampai batas tertentu)

Psikolog klinis dari Harvard Medical School Jacqueline Sperling mengatakan, anak-anak memiliki imajinasi yang kuat dan dapat membayangkan hal-hal dengan cukup detail.

Oleh karena itu, ketika menjelaskan soal pandemi virus corona dan pentingnya physical distancing, sebaiknya katakan apa adanya. Jangan dilebih-lebihkan atau dibuat menakutkan. Gunakan pula bahasa dan istilah yang dimengerti anak-anak.

Kamu bisa mengatakan, kalau Covid-19 adalah virus baru yang membuat orang-orang sakit. Saat ini belum ada obatnya, tapi bisa sembuh dengan perawatan dari dokter. Biar tidak tertular, sekarang tidak boleh dekat-dekat dulu dengan orang lain dan pakai masker kalau keluar rumah.

Ajarkan lewat cerita

Cerita, seperti kisah dongeng, dapat membantu kamu menjelaskan konsep-konsep yang sulit dimengerti bagi anak-anak menjadi lebih mudah dipahami. Selain itu, cerita juga biasanya lebih menarik untuk anak-anak.

Kalau bingung mau bercerita tentang apa, kamu bisa menggunakan kisah dongeng berjudul “My Hero is You”.

Dongeng itu bercerita tentang Sara, seorang anak perempuan yang mengendarai hewan bersayap bernama Ario. Keduanya berkeliling dunia untuk mengajarkan anak-anak lain tentang physical distancing dan pencegahan Covid-19.

Buku dongeng bergambar tersebut dibuat dan dikembangkan oleh Inter-Agency Standing Committee dan ditujukan untuk orangtua, guru, dan pengasuh di seluruh dunia. Bukunya berbentuk PDF dan sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk Indonesia.

Terapkan disiplin (secara lembut)

Mendisiplinkan anak yang tidak mau memakai masker atau terlalu dekat dengan orang lain juga bisa dilakukan. Namun, disiplinkan anak dengan cara lembut dan baik.

Selain itu, kamu sebaiknya sudah menjelaskan konsekuensi yang akan diterima anak-anak jika mereka tidak mengikuti peraturan. Pastikan juga hukuman yang diberikan sesuai dengan pelanggarannya. Misalnya, memotong durasi anak bermain gadget.

Asah empati anak

Anak-anak sangat mungkin merasa bosan selama karantina karena terus berada di rumah. Mungkin mereka juga sering bertanya-tanya kenapa tidak bisa pergi ke sekolah dan bermain dengan teman-teman sebanyanya

Kamu bisa memberikan pengertian dengan cara mengasah empatinya. Berikan penjelasan bahwa menjaga jarak dan tidak bertemu dengan temannya selama masa pandemi virus corona bisa membuat semua orang tetap sehat dan tidak tertular penyakit.

Jelaskan kalau dia tidak sendirian. Semua orang juga mengalami hal yang sama seperti dirinya. Tidak bisa keluar rumah, bersekolah, atau bermain. Untuk itu, kita harus menjaga jarak agar tidak ada lagi orang yang sakit.