Agar Tetap Profesional, Ini 5 Tips Berkomunikasi Virtual di New Normal

27/06/2020, 19:05 WIB
Bagikan:
Penulis Alek Kurniawan | Editor Sheila Respati

Komunikasi virtual tampaknya sudah menjadi salah satu kebutuhan di era new normal. Pasalnya, dengan komunikasi virtual kamu tak perlu bepergian untuk bertemu dengan lawan bicara.

Ya, hal tersebut justru mendukung protokol kesehatan agar tetap aman dari persebaran virus corona. Nah, agar komunikasi virtual berjalan lancar, kamu harus menguasai terlebih dahulu kemampuan komunikasi nonverbal.

Sebab, kemampuan ini merupakan salah satu syarat akan komunikasi virtual jadi lebih berkesan. Untuk tips selengkapnya, silakan simak ulasan yang dikutip dari Kompas.com, Jumat (19/6/2020) berikut.

1. Tampilan diri

Membangun kepercayaan orang lain saat berkomunikasi secara virtual jadi tantangan tersendiri di era ini. Namun, tak sepenuhnya tantangan tersebut menjadi batu sandungan.

“Bagian terpenting adalah bagaimana kita berbicara dan mau seperti apa terlihat oleh lawan bicara saat berkomunikasi virtual,” jelas perempuan yang karib disapa Rosi, Jumat (12/6/2020).

Hal itu ia sampaikan saat memberikan pelatihan soft skills secara online dengan tema “Berkomunikasi di New Normal: Building Trust in Virtual Communication” di hadapan ratusan penerima Djarum Beasiswa Plus.

Rosi mencontohkan, saat hendak melakukan percakapan virtual, pastikan terlebih dulu jenis atau tema acara yang diikuti.

2. Lokasi

Pemilihan lokasi jadi tantangan selanjutnya yang harus diatasi. Terlebih, rata-rata masyarakat Indonesia tinggal dengan keluarga besar dalam satu rumah. Ditambah, ruangan yang dimiliki pun terbatas untuk bekerja dan belajar.

“Jika keadaannya demikian, ada baiknya komunikasikan kepada keluarga kalau Anda mau presentasi dan pilih sudut ruangan yang agak hening,” ujar Rosi.

Selain itu, hindari pula lokasi yang menunjukkan barang-barang yang sifatnya privasi, seperti tempat tidur dan pakaian-pakaian.

3. Posisi (blocking)

Banyak orang belum memahami tentang pentingnya blocking atau posisi Anda di depan kamera. Perlu diketahui, saat berkomunikasi virtual ada baiknya sesuaikan posisi sebatas pas foto atau medium close up. Tidak lebih jauh dan tidak lebih dekat.

4. Pencahayaan (lighting)

Pertama, hindari posisi tubuh yang membelakangi jendela, pintu, atau objek yang lebih terang lainnya. Sebab, posisi ini akan memberikan efek backlight dan membuat wajah terlihat lebih gelap.

Kedua, jika tidak ada lokasi yang ideal karena pencahayaan kurang maksimal, Anda bisa memanfaatkan lampu senter dari ponsel pintar. Caranya, letakkan beberapa jarak di depan wajah Anda dengan menggunakan tripod.

5. Presentasi yang simpel

Dalam berkomunikasi virtual, energi dan fokus peserta meeting akan lebih berkurang dibandingkan pertemuan langsung. Oleh karena itu, pastikan slide presentasi yang Anda gunakan tidak rumit.

Hindari penggunaan font yang kecil, grafik yang rumit, dan angka-angka yang sulit dipahami.

“Kalaupun data yang dimiliki terbilang rumit, Anda bisa terlebih dahulu mengirimkan data tersebut ke masing-masing email peserta meeting. Ini akan membuat mereka lebih fokus dan memahami isi data,” terang Rosi.