Sering Bertengkar dengan Pasangan Selama Pandemi, Yuk Perbaiki Hubungan dengan Lakukan 4 Hal Ini

05/07/2020, 20:09 WIB
Bagikan:
Penulis Nana Triana | Editor Mikhael Gewati

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan Indonesia telah menimbulkan banyak persoalan. Selain membahayakan kesehatan manusia, pandemi ini juga berdampak pada perekonomian suatu bangsa.

Ini karena banyak negara yang melakukan lockdown atau membatasi aktivitas warganya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Di Indonesia pandemi Covid-19 telah menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaannya.

Data dari Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, per 27 Mei 2020 sebanyak 3.066.567 pekerja kehilangan pekerjaan karena mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan akibat pandemi.

Hilangnya pekerjaan dapat memicu timbulnya permasalahan ekonomi di setiap keluarga. Bahkan tak jarang persoalan ekonomi keluarga memicu terjadi pertengkaran sehingga berujung perceraian.

Melansir dari Kompas.com, Selasa (30/06/2020), berdasarkan data Pengadilan Agama Cianjur, tingkat perceraian di Cianjur meningkat selama pandemi Covid-19. Tercatat ada 788 angka perceraian di Cianjur pada bulan Juni 2020. Salah satu faktor mendorong perceraian adalah karena faktor ekonomi.

Sebenarnya, pertengkaran atau konflik dalam perkawinan merupakan sesuatu hal yang normal. Suami dan istri adalah dua orang yang berbeda dan terkadang punya pendapat berlainan.

Selain teknik menyelesaikan konflik, ternyata apa yang kamu lakukan usai pertengkaran juga berpengaruh besar pada hubungan. Tak jarang, saat bertengkar, sering kali kamu tanpa sadar melakukan hal-hal yang justru memperburuk suasana.

Dalam kondisi tersebut, kadang kali kamu melontarkan ucapan yang sangat menyinggung perasaan sehingga menimbulkan dendam dan merusak hubungan setelah pertengkaran usai.

Nah berikut ini beberapa langkah yang sudah indonesiaterhubung.id rangkum dari berbagai sumber, untuk bisa kamu lakukan buat memperbaiki hubungan setelah bertengkar.

1. Tenangkan diri

Dalam keadaan emosi terkadang sulit untuk berpikir secara jernih dan matang. Bahkan melakukan tindakan-tindakan yang seharusnya tidak boleh dilakukan, seperti memukul atau berkata kasar.

Untuk itu hal pertama yang wajib kamu dan pasangan lakukan setelah bertengkar adalah saling menenangkan diri.

Cara paling ampuh untuk menenangkan diri adalah dengan menarik nafas dalam melalui hidung dan dikeluarkan lewat mulut. Lakukan berulang-ulang hingga kamu merasa tenang.

2. Jangan menutup diri

Kamu bersama pasangan juga harus segera membuka diri, karena jika diam saja atau mengabaikan, pasangan akan menganggap kamu sedang menghukumnya.

Kalau itu terjadi, bisa saja dikemudian hari pasangan kamu akan takut untuk mengungkapkan perasaannya.

Daripada itu terjadi, lebih baik sampaikan ke pasangan bahwa kamu butuh ruang. Katakanlah bahwa emosi kamu tidak cepat pulih, untuk itu butuh waktu 24 jam buat menenangkan diri, setelah itu akan baik-baik saja.

Jika tidak, kamu bisa ajak pasangan berdiskusi untuk menyelesaikan permasalahan dengan cepat.

3. Berkomitmen untuk menyelesaikan masalah bersama

Setelah menenangkan diri dan membuka komunikasi dengan pasangan, kamu bisa membuat kesepakatan untuk berkomitmen menyelesaikan masalah secara bersama-sama.

Dengan begitu pasangan merasa diperhatikan, sehingga bisa membuat suasana kembali cair dan hubungan menjadi lebih erat.

4. Bicara dari hati ke hati

Untuk menyelesaikan masalah sebaiknya kamu mendengarkan isi hati dari pasangan dan bicara dari hati ke hati.

Sebab, hal itu bisa menjadi cara bagi kamu dan pasangan untuk saling membuka diri dan memahami perasaan satu sama lain.  Hasilnya masalah pun dapat lebih cepat terselesaikan.

Namun, bila dirasa belum mampu untuk berbicara dari hati ke hati, hindari saling menekan satu sama lain untuk mulai berbicara. Biarkan keterbukaan muncul dengan sendirinya agar tidak semakin menyulut masalah baru.

5. Saling memaafkan

Setelah semuanya dibicarakan dengan baik, kamu dan pasangan dapat saling memaafkan dan mengingatkan untuk mengintropeksi diri.

Dengan demikian, di kemudian hari tidak lagi terjadi pertengkaran, sehingga akan tercipta suatu hubungan yang harmonis.

Selain itu dengan memaafkan memiliki banyak manfaat, seperti meningkatnya mental, memiliki hubungan lebih sehat, meringankan gejala depresi, dan meningkatkan kesehatan jantung.