6 Tips untuk Meminimalisir Tersesat dan Hilang Saat Mendaki Gunung

06/07/2020, 15:43 WIB
Bagikan:
Penulis Nana Triana | Editor Mikhael Gewati

Pemerintah Indonesia secara berangsur-angsur kembali membuka sarana publik termasuk tempat pariwisata setelah sebelumnya melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna meminimalisir penyebaran pandemi Covid-19.

Salah satu destinasi wisata yang telah dibuka adalah wisata alam, seperti mendaki gunung. Meski demikian pendakian gunung pada era new normal berbeda dengan sebelum pandemi Covid-19, karena dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.  

Contohnya, setiap pendaki diwajibkan membawa surat keterangan dokter yang menyatakan bebas Covid-19 melalui Swab Test PCR atau Rapid Test. Selain itu, pendaki juga wajib membawa hand sanitizer, masker dengan cadangannya, desinfektan, sabun, serta tisu basah untuk menghindari penyebaran virus.

Namun perlu diingat, mendaki gunung bukan sekadar aktivitas menyenangkan nan mudah. Butuh berbagai persiapan mulai dari peralatan sampai wawasan yang cukup sebelum mendaki.

Sebab kalau tidak, maka pendakian bisa berujung malapetaka, seperti yang dialami Afrizal di Gunung Guntur Garut, Jawa Barat, baru-baru ini.

Dalam pemberitaan di media massa, Afrizal diberitakan menghilang secara misterius dan ditemukan di tempat yang cukup jauh dari tenda tempatnya menginap.

Tentunya hal ini bisa dijadikan pelajaran berharga untuk para pendaki saat melakukan pendakian gunung khususnya bagi yang baru pertama kali mencoba mendaki gunung.

Lalu apa saja yang harus dilakukan untuk meminimalkan risiko tersesat ketika mendaki gunung? Berikut 6 tips yang dirangkum tim Indonesiaterhubung.id

1. Mendaftarkan diri di basecamp pendakian

Hal pertama yang wajib kamu lakukan sebelum melakukan pendakian yaitu mendaftarkan diri di basecamp pendakian. Ini berguna untuk melakukan pendataan pendaki jika nantinya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Misalnya, saat kamu tersesat pihak basecamp akan segera mengambil tindakan penyelamatan. Tidak hanya itu, biasanya jika kamu belum turun usai melewati rencana waktu turun yang dibuat saat akan mendaki, pihak basecamp akan segera menyiagakan personel.

Bahkan kini beberapa basecamp pendakian selalu melakukan briefing sebelum peserta melakukan pendakian, nantinya peserta akan dijelaskan seputar jalur pendakian.

2. Bawa pemandu

Untuk lebih meminimalkan risiko tersesat, ada baiknya kamu menyewa pemandu. Beberapa basecamp pendakian kini menyediakan jasa pemandu untuk menjaga pendaki tetap berjalan di jalur semestinya.

Pemandu biasanya sudah sangat berpengalaman dan tahu mengenai seluk-beluk jalur pendakian. Kamu pun tidak perlu bingung ketika menemui percabangan jalan. Pemandu akan langsung memberi tahu jalan mana yang akan dipilih.

Tidak hanya memandu jalan, biasanya mereka juga akan membantu kamu membawa peralatan dan persediaan selama pendakian. Bagi kamu para kaum hawa, layanan ini setidaknya membantu kamu karena tidak membawa beban berat.

3. Gunakan jalur resmi

Biasanya di jalur pendakian resmi setiap gunung, para petugas basecamp telah mempersiapkan jalur sehingga mudah diikuti. Jalur yang cukup jelas tentu meminimalkan risiko tersesat bagi pendaki.

Untuk itu hindarilah mendaki gunung dengan jalur asing atau yang jarang dilewati pendaki.

4. Jangan memisahkan diri dengan rombongan

Jangan pernah merasa paling tahu jika baru sekali dua kali mendaki gunung. Beberapa tragedi hilangnya pendaki disebabkan karena mereka memisahkan diri dari rombongan.

Bahkan ada beberapa pengakuan jika pendaki yang hilang sebelumnya berjalan terlebih dahulu dari teman-temannya, tetapi ia malah tidak pernah sampai tujuan.

Oleh karena itu, hendaknya tidak memisahkan diri dari rombongan. Kamu dituntut untuk tetap bersama dengan temannya saat mendaki sehingga setiap orang bisa saling membantu dan mengawasi.

Andai ada hal buruk terjadi seperti terpeleset dan terjatuh, rekan pendakian bisa segera bertindak. Jika lokasi kecelakaan tidak terjangkau, rekan pendakian bisa segera melapor dan menunjukkan tempat kecelakaan kepada tim penyelamat.

5. Mendakilah saat cuaca terang

Bagi kamu yang hendak mendaki gunung usahakan mendaki saat cuaca masih terang.

Sebab bila mendaki ketika kabut tebal menyelimuti gunung, kamu kan kesulitan menentukan ke arah mana melangkah karena pandangannya terhalang oleh kabut.

Saat kabut tebal menyelimuti gunung, tanda alam yang bisa digunakan untuk menentukan arah seperti posisi bintang dan matahari menjadi tidak terlihat.

Oleh karena itu, mendakilah saat cuaca terang. Tak hanya mengindari tersesat, mendaki saat cuaca terang  juga meminimalisir kamu dari serangan hewan buas.

6. Membawa Global Positioning System(GPS) 

Agar tidak tersesat atau hilang di gunung, kamu dapat menggunakan perangkat penerima GPS.

Jika tidak ada, kamu bisa menggunakan aplikasi GPS offline yang dapat dibuka dengan ponsel pintar, misalnya ViewRanger, Polaris, Mavic Pro, GPX Viewer yang memiliki fitur perekam jejak alias trail record.