Tayang Perdana di Netflix, Imperfect Hadirkan Banyak Pesan Moral Bagi Remaja

10/07/2020, 17:02 WIB
Bagikan:
Penulis Fathia Yasmine | Editor Mikhael Gewati

Setelah sukses tayang perdana di bioskop pada Desember 2019 lalu, film karya Ernest Prakasa ini akhirnya resmi berpindah tayang ke aplikasi streaming video, Netflix.

Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat, sebab film ini menjadi pelepas rindu akibat tutupnya bioskop selama empat bulan terakhir.

Film ini mengisahkan Rara (Jessica Mila) sebagai wanita karir yang terpaksa mengubah penampilannya demi mengejar cita-cita lebih tinggi di perusahaan kosmetik tempatnya bekerja. Alhasil, ia merasa tidak nyaman dengan perubahannya, pun dengan keluarga, teman, hingga kekasihnya.

Memiliki judul "Imperfect: Karir, Cinta & Timbangan", film ini sukses menyentil orang-orang yang merasa tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya.

Terutama bagi netizen yang senang berkomentar miring di media sosial lewat body shaming. Imperfect juga berhasil menyajikan pesan moral yang tersirat di dalam ceritanya. Apa sajakah itu?

1. Bersyukur apa adanya

Mencantumkan tagline dan tagar #UbahInsekyurJadiBersyukur, film ini mengajarkan kepada para penonton akan pentingnya menerima kekurangan dan kelebihan seseorang apa adanya. Sebab, fisik yang rupawan belum tentu memiliki hati baik di dalamnya.

Dalam dialog Dika (Reza Rahadian) kepada Rara, ia mengungkapkan jika dirinya tak masalah dengan tampilan fisik yang ada pada diri Rara. Sebab ia menilai seseorang dari karakternya.

Hal inilah yang pada akhirnya membuat penonton merasa lebih bersyukur dengan apa yang dimiliki.

2. Don’t judge a book by it’s cover

Banyak orang terutama perempuan yang berusaha mati-matian untuk mengubah penampilannya menjadi sempurna. Anggapan bahwa semakin rupawan akan memudahkan hidup, tampak dipatahkan dalam film ini.

Sebab, Rara yang memiliki fisik berbeda dari rekan-rekannya, ternyata jauh lebih diperhitungkan dalam bidang pekerjaan. Film ini juga mengajarkan bahwa pada akhirnya kecerdasan seseoranglah yang akan diunggulkan dibandingkan penampilan yang bisa saja berubah.

3. No body shaming

Body shaming merupakan salah satu kasus yang sering dilakukan netizen di dunia maya, terutama bagi perempuan. Melalui Imperfect, penonton akan diajak merasakan bagaimana perasaan seseorang yang kerap mengalami body shaming.

Terutama lewat ujaran yang menyinggung perasaan dan menyakitkan bagi para korbannya. Film ini juga secara tidak langsung mengajarkan akan pentingnya berbuat baik dan saling menghargai antar sesama manusia.

4. Olahraga bukan demi kurus

Di tengah banyaknya orang yang mati-matian berolahraga demi mendapat berat badan ideal, hal ini justru dipatahkan dalam film Imperfect. Sebab, olahraga yang didasari perasaan terpaksa dan bukan bertujuan untuk sehat, justru akan membuat lelah diri sendiri.

Penonton diajak pula untuk memahami jika berolahraga demi kesehatan jauh lebih baik, karena lelah yang dirasakan pada akhirnya akan berpengaruh positif terhadap jiwa dan raga.

5. Cantik itu beragam

Stigma bahwa perempuan cantik haruslah berkulit putih, berbadan langsing, dan bertubuh tinggi, turut dipatahkan oleh film ini. Imperfect justru menghadirkan para pemeran yang memiliki beragam perbedaan, mulai dari bentuk tubuh hingga latar belakang.

Di sinilah penonton akan memahami pentingnya menghargai fisik siapapun di hadapannya. Bentuk fisik yang berbeda justru harus dijadikan sebuah kebanggaan tersendiri.

Bagaimana, tertarik untuk menonton Imperfect akhir pekan ini?