Tetap Patuhi Protokol Kesehatan, Ini 4 Wisata Malam di Solo yang Sudah Buka

15/07/2020, 18:49 WIB
Bagikan:
Penulis Arimbi Haryas Prabawanti | Editor Anggara Wikan Prasetya

Solo atau Surakarta yang kondang akan budaya, kesenian hingga pariwisatanya memiliki beragam tempat-tempat menarik yang cocok kamu kunjungi.

Kota Solo pun tak pernah sepi sejak pagi hingga malam hari. Maka dari itu, tak perlu khawatir jika datang saat malam hari lantaran harus segera berangkat keesokan paginya.

Di era new normal ini, beberapa lokasi wisata telah dibuka secara bertahap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Nah, kalau kamu berada di Solo di malam hari, berikut ini 4 Tempat Wisata yang bisa kamu kunjungi:

1. Gedung Djoeang 45

Gedung Djoeang 45 menjadi salah satu wisata baru di Kota Solo yang menjadi favorit milenial karena instagramable.

Selain itu, nuansa patung-patung, bangku-bangku, dan lantai yang diselingi rumput sintetis menampilkan kesan kekinian dari tempat tersebut. 

Selain itu, didukung dengan penerangan yang temaram, berpadu bangunan lawas bercorak Eropa, semua itu memberikan kesan eksotis Gedung Djoeang 45.

Tempat wisata malam ini berlokasi di Jalan Mayor Sunaryo, Kedung Lumbu, Kecamatan Ps. Kliwon, Kota Surakarta. Sebagai informasi, Gedung ini dulunya adalah dulunya merupakan bagian dari tata kota Belanda yang ada di Solo.

Kemudian, seiring berjalannya waktum Gedung Djoeang 45 direvitalisasi oleh pemerintah dan dijadikan destinasi wisata. Bagi kamu yang berminat mengunjungi Gedung Djoeang 45, bisa menyambanginya pada pukul 17.00-00.00 WIB.

Namun, perlu diingat bahwa pengunjung wajib memakai masker dan melakukan pengecekan suhu badan sebelum masuk ke lokasi wisata.

Selain itu, akan ada patrol keliling oleh pengelola untuk memastikan pengunjung tetap menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan.

Masing–masing sudut juga dilengkapi dengan hand sanitizer, sehingga pengunjung dapat menggunakannya sebelum dan sesudah berwisata.

2. Kompleks Pasar Gede

Pasar Gede saat malam hari, sering dijadikan area nongkrong, mencicipi kuliner, atau sekadar menikmati secangkir kopi oleh para kawula muda.

Jangan membayangkan kamu duduk di tengah pasar, lokasi ini memiliki dua lantai yang semuanya bisa difungsikan.

Di lantai dua, kamu bisa mencicipi kopi dengan wedangan khas Solo, seperti sekoteng dan jahe, sembari menikmati pemandangan Solo dari atas Pasar Gede.

Selain itu, beberapa pengunjung terkadang memilih jalan-jalan malam dari mulai titik nol solo sampai di sekitar Tugu Jam Pasar Gede.

Sebagai informasi, akan lebih menarik ketika kamu mengunjungi Pasar Gede saat menjelang Imlek.

Biasanya disana akan diselengarakan festival Grebeg Sudiro dan dipasang lampion-lampion cantik sepanjang jalan, lengkap dengan tampilnya barongsai.

Namun jika berkunjung pada era new normal ini, kamu tetap wajib mengikuti protokol kesehatan yang ada.

Pada pintu masuk dan beberapa sudut ruangan juga diawasi oleh pengelola pasar dan tempat makan.

Para penjaga akan mengingatkan kamu untuk tetap memakai masker dan tidak berkerumun selama berada di kompleks pasar gede.

3. Night Market Ngarsopuro

Night Market atau Pasar Malam Ngarsopuro berada di Jalan Diponegoro, Kampung Keprabon, Kecamatan Banjarsari, atau yang lebih populer dengan sebutan koridor Ngarsopuro.

Uniknya, wisata itu hanya buka setiap hari Sabtu malam dan selalu ramai oleh pedagang yang menjajakan dagangannya.

Pada hari biasa, koridor Ngarsopuro dijadikan jalan umum untuk menuju ke pusat kota dan Pasar Barang Antik Triwindu.

Berada di sini, kamu bisa membeli aneka rupa suvenir cantik yang banyak dijual maupun menikmati beragam kuliner.

Tak jauh dari Night Market Ngarsopuro, juga terdapat Cafe Omah Sinten dan Tiga Cerett yang merupakan dua kafe terkenal di Kota Solo.

Bagi kamu yang berminat mengunjungi Night Market Ngarsopuro, lokasi ini buka  pukul 18.30–00.00 WIB.

4. Pujasera Sriwedari

Pusat Jajanan Sarwo Asri atau yang terkenal dengan Pujasera Sriwedari berada di koridor Jalan Museum, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta.

Pada siang hari, lokasi ini dijadikan kompleks sentra pembuatan dan penjualan pigura serta lukisan.

Kamu bisa menemukan banyak jajanan khas Solo, mulai Semar Mendem, Wedang Kacang Putih, Ronde, Asle, dan masih banyak lagi dengan harga cukup terjangkau.

Dengan biaya mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 25.000, kamu bisa menikmati nuansa Solo tempo dulu sembari mencicipi aneka kulinernya.

Warung atau kafe yang berada di lokasi ini biasanya mulai buka pukul 17.00 hingga 00.00 WIB.

Mengingat lokasinya yang berada di ruang terbuka dan ramai pengunjung, kamu tetap diminta untuk menggunakan masker dan selalu menjaga jarak.

Pasalnya, sewaktu–waktu akan ada petugas, baik dari pengelola maupun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang melintas di sekitaran lokasi untuk memastikan pengunjung taat protokol kesehatan.

Berbagai upaya tersebut dilakukan untuk mencegah persebaran Covid-19 melalui tempat wisata di era new normal.

Nah menarik bukan? Selamat berwisata!