Bukan Cuma Hagia Sophia, 4 Situs Ini Ternyata Juga Alami Alih Fungsi

19/07/2020, 16:43 WIB
Bagikan:
Penulis Arimbi Haryas Prabawanti | Editor Anggara Wikan Prasetya

Masyarakat belakangan ini tengah digemparkan dengan berita kontroversial terkait ikon Istanbul, Hagia Sophia yang akan dibuka kembali untuk ibadah umat Islam setelah hampir 9 dekade dihentikan,

Sebagai informasi, situs warisan dunia United Nations Educational (UNESCO) ini pada mulanya dibangun sebagai katedral selama kekaisaran Bizantium, tetapi dialihfungsikan menjadi masjid setelah penaklukan Ottoman atas Konstantinopel pada 1453.

Dilansir dari Kompas.com, Jumat (10/7/2020), pengadilan Turki membatalkan keputusan kabinet 1934 untuk mengubah Hagia Sophia menjadi museum, sehingga membuka jalan untuk statusnya kembali menjadi masjid, pada 24 Juli 2020 mendatang.

Namun, tahukah kamu? Hagia Sophia ternyata menambah catatan panjang perjalanan nasib beberapa situs suci selama berabad-abad,.

Apa saja situs yang mengalami perubahan fungsi? Yuk simak ulasan berikut ini:

1. Saint Sophia–Selimeye

Masjid Selimiye di Nicosia utara yang awalnya adalah katedral Katolik Roma, Saint (St) Sophia ini merupakan karya dari tukang batu asal Perancis di era Perang Salib.

Bangunan itu dibangun pada abad ke-13 pada masa pemerintahan Dinasti Frankish Lusignan di pulau Mediterania timur.

Katedral ini dikonversi menjadi masjid setelah perebutan kekuasaan terhadap Nicosia oleh Kekaisaran Ottoman, pada 1570.

Kemudian, bangunan ini berubah menjadi Masjid Lala Mustafa Pasha setelah kekaisaran Ottoman merebut kota pesisir pada 1571.

Bangunan ini menjadi contoh arsitektur terbaik Gotik di pulau Cyprus. Katedral Katolik Santo Nikolas di kota timur laut Famagusta ditahbiskan pada abad ke-14 selama periode Lusignan.

2. Gereja St Athanasius–Masjid Attarine

Mesir Masjid Attarine di kota Mediterania, Alexandria awalnya adalah sebuah gereja segi delapan dan didedikasikan untuk St Athanasius.

St Athanasius sendiri dikenal sebagai seorang tokoh penting dalam gereja Ortodoks Koptik. Tempat ibadah diubah menjadi masjid selama invasi Islam abad ke-7 dan diberi nama seperti nama pasar rempah-rempah tua negara itu, Alexandria.

Bangunan ini direnovasi beberapa kali selama pemerintahan Ottoman dan telah dibuka untuk umum sejak 1976.

3. Kuil permandian Romawi – Masjid Agung Al Omari

Situs Masjid Agung Al Omari hari ini di pusat kota Beirut dulunya adalah kuil atau tempat pemandian Romawi sebelum Bizantium membangun sebuah gereja di sana.

Setelah penaklukan Islam, bangunan itu diubah menjadi masjid yang dinamai oleh Khalifah kedua Islam, Umar bin Khattab.

Namun, ketika tentara salib Frankish menaklukkan Beirut di awal abad ke-12, mereka mengubahnya kembali menjadi gereja.

Pada 1187, terjadi penaklukan oleh Saladin yang mengubahnya kembali menjadi masjid. Tentara salib kemudian merebutnya kembali dan mengubahnya menjadi sebuah katedral pada 1197.

Akhirnya, pada 1291 Mamluk menguasai Beirut dan mengembalikan fungsi bangunan ini menjadi masjid hingga saat ini.

4. Teritori Palestina-Masjid di kota Nablus

Masjid yang berada di Kota Nablus, tepi Barat Palestina juga mencerminkan sejarahnya yang panjang dari era Bizantium, penaklukan Islam, Perang Salib, dan periode Mamluk.

Sejumlah masalahnya dikaitkan dengan Yudaisme dan Kristen, contohnya masjid Al Khadra, yang telah menjadi masjid sejak 1187 setelah sebelumnya sebagai gereja selama Perang Salib.

Masjid agung kota ini awalnya adalah sebuah gereja yang dibangun oleh Kaisar Romawi Justinian I pada abad ke-6.

Pada 1186, bangunan ini diubah menjadi masjid oleh Ayyubiyah setelah penaklukan Saladin.