Mubi, Layanan Streaming untuk Temukan Film Keren dari Seluruh Dunia

21/07/2020, 19:00 WIB
Bagikan:
Penulis Bardjan | Editor Dana Delani

Menonton film lewat layanan streaming sering dijadikan cara sempurna untuk nikmati waktu santai. Di Indonesia, salah satu layanan streaming favorit untuk menonton film adalah Netflix.

Namun, jika Anda jenuh dengan pilihan film di Netflix, sudah khatam dengan hampir semua film di layanan streaming tersebut, dan ingin film yang lebih segar dan beragam dari berbagai belahan dunia, ada layanan streaming yang pas buat penggila film sepertimu, yaitu Mubi.

Apa itu Mubi?

Penggila film atau sinefil belum afdal kalau tidak kenal Mubi. Kalau kamu ingin label sebagai sinefil semakin kukuh, berlangganan Mubi adalah modal yang tepat.

Mungkin masih banyak di Indonesia yang belum mendengar layanan streaming film yang satu ini. Dibuat oleh penggemar film asal Turki, Mubi menyasar pasar yang lebih sempit. Hal ini bisa dilihat dari koleksi filmnya yang dikurasi secara selektif oleh para kritikus film.

Tidak hanya film-film populer, Mubi menghadirkan film-film yang memenangkan penghargaan bergengsi internasional, film festival, film seni (arthouse), film independen, hingga film cult dari berbagai belahan dunia.

Kamu bisa menikmati film dari lintas zaman. Misalnya, dari produksi era film bisu, era keemasan Hollywood, gelombang baru sinema Asia, sinema pasca perang Eropa, sinema pascakemerdekaan Afrika, hingga film debut independen buatan sutradara baru. Semua disajikan dalam genre yang variatif.

Mubi mengusung konsep unik yang membuatnya segar dari layanan lain. Setiap hari Mubi merilis satu judul film yang dapat dinikmati selama 30 hari ke depan. Setelah tayang selama 30 hari, film tersebut akan diturunkan.

Dengan kata lain, Mubi hanya menyediakan sekitar 30 film setiap bulan dengan usia tayang 30 hari setiap film. Tapi tenang saja, film yang dipilih adalah pilihan dari para kurator yang ahli di bidangnya.

Selain itu, pada akhir Mei 2020 lalu, Mubi baru saja merilis Mubi Library, sebuah “perpustakaan: film dengan beragam katalog (layaknya Netflix), yang bisa ditonton secara gratis.

Tersedia katalog film yang dikelompokan berdasarkan karya sutradara, nama festival film, atau tema.

Judul film yang sudah kedaluwarsa dari 30 hari penayangan biasanya juga dapat dinikmati kembali lewat Library. Untuk beberapa film langka, Mubi menerapkan biaya sewa sekitar $2.99 per film.

Selain itu, bukan hanya untuk yang hobi menonton, Mubi adalah platform streaming yang pas jika kamu gemar berdiskusi dengan sesama sinefil, memberikan ulasan, hingga membaca artikel mendalam soal film.

Bagaimana cara berlangganan Mubi?

Dengan membayar $10.99 per bulan (sekitar Rp 159 ribu) melalui kartu debit atau kredit, kamu bisa menikmati layanan streaming dari situs dan aplikasi Mubi lewat lewat berbagai perangkat seperti laptop, ponsel, tablet, TV hingga konsol game.

Jika masih ragu, Mubi menyediakan 7 hari percobaan secara gratis pada kali pertama berlangganan. Tanpa akses layanan VPN, kamu bisa menikmati film-film keren, baik yang berusia tayang 30 hari di Now Showing atau Mubi Library.

Tapi, kamu juga bisa menyalakan akses VPN dari region luar negeri  jika ingin menjelajah film-film yang lebih beragam. Sebab, setiap region atau negara memiliki katalog film yang berbeda.

Selain itu, kamu juga dapat mengakses film dari dua layar yang berbeda dan mengunduh film untuk ditonton secara offline.

Jadi, buat yang gemar menonton film, saatnya jadi sinefil sesungguhnya di era new normal ini lewat Mubi. Klik di sini kalau ingin coba berlangganan.