Suhu Dingin, Ini Beberapa Penyakit yang Perlu Diwaspadai  

28/07/2020, 22:52 WIB
Bagikan:
Penulis Nana Triana | Editor Alia Deviani

Warganet sedang ramai memperbincangkan fenomena suhu dingin yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Bahkan, tagar #dingin berhasil masuk ke dalam daftar topik trending Twitter. 

Banyak warga yang berdomisili di pulau Jawa mengeluhkan suhu dingin pada Senin (27/7/2020) pagi ini. Padahal, Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Apakah Kamu salah satunya?

Mengutip dari Kompas.com, Minggu (26/7/2020), Kabid Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hary Tirto Djatmiko mengatakan, suhu udara dingin merupakan fenomena alami yang biasa terjadi pada musim kemarau, tepatnya pada bulan Juli-Agustus.

Suhu dingin ini tentunya menimbulkan kekhawatiran, terutama terkait kondisi kesehatan tubuh yang rentan jatuh sakit bila terpapar udara dingin secara terus-menerus. 

Dilansir daril buku Mayo Clinic: Family Health Book, ada tiga jenis penyakit yang bisa dipicu oleh suhu dingin:

  • Biduran 
    Biduran sangat umum terjadi. Sekitar 20 persen orang pernah mengalami biduran atau urtikaria setidaknya sekali dalam seumur hidup.

    Biasanya, keadaan ini dapat disebabkan oleh alergi internal maupun eksternal. Namun, biduran juga bisa dipicu oleh suhu dingin karena pada orang dengan alergi dingin, suhu tubuh yang lebih rendah membuat sel darah putih melepaskan histamin ke aliran darah. Akibatnya, timbul reaksi alergi berupa bentol-bentol biduran.

    Jika kamu mengalami biduran, jangan panik. Kamu bisa mengatasinya dengan mengonsumsi obat yang mengandung antihistamin. Selain itu, usahakan menggunakan pakaian tebal serta menghindari makanan-makanan pemicu alergi, seperti kerang, ikan, kacang-kacangan, telur, dan susu.

  •  Asma 
    Asma merupakan kondisi kronis yang terjadi saat saluran paru-paru (bronkus) meradang. Otot-otot dinding bronkus mengerut, dan selaput lendir yang melapisi dinding bronkus memproduksi lebih banyak lendir yang menyebabkan saluran pernapasan menyempit. Serangan asma dapat berlangsung beberapa menit hingga berhari-hari.

    Penyebab asma adalah alergi atau faktor keturunan. Selain itu, asma juga bisa timbul karena berbagai faktor, salah satunya udara dingin.

    Tubuh memiliki sel-sel yang bertugas melawan virus. Namun, sel-sel ini akan melemah pada suhu rendah, sehingga memicu serangan asma. 

    Jika asma terlanjur timbul, cara mengatasinya adalah dengan menggunakan inhaler atau terapi obat-obatan. Untuk mencegah asma yang timbul akibat suhu dingin, Kamu dapat menggunakan pakaian tebal, menjaga udara agar tetap lembab, dan melakukan olahraga yang dapat melatih pernapasan, seperti berenang atau yoga.

  • Pilek 
    Umumnya, reaksi orang saat terpapar udara dingin adalah hidung tersumbat atau pilek. Hal ini dikarenakan virus yang cenderung berkembang lebih cepat ketika terjadi penurunan suhu. Selain itu, udara dingin juga bisa memengaruhi sistem imun.

    Sebenarnya, pilek bukanlah penyakit yang berbahaya. Namun, hal ini bisa sangat mengganggu aktivitas dan juga menulari seseorang yang sedang dalam kondisi kurang fit. Untuk mengobatinya, kamu bisa minum campuran jahe dan air hangat serta beristirahat cukup. 

Jadi, jangan lupa untuk selalu menghangatkan diri dan menjaga kesehatan agar Kamu terhindar dari tiga penyakit di atas. Dengan begitu, Kamu juga tidak rentan terinfeksi virus corona.