Perkantoran Jadi Klaster Penyebaran Covid-19, Jangan Lupa Terapkan VDJ saat Bekerja

05/08/2020, 10:50 WIB
Bagikan:
Penulis Annisa Dea | Editor Mikhael Gewati

Penularan Covid-19 di Indonesia yang kian meluas memunculkan sejumlah klaster baru. Salah satunya klaster perkantoran, yang jumlah kasus positifnya meningkat sejak kawasan perkantoran yang kembali dibuka pada 4 Juni 2020.

Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Selasa (28/7/2020) menunjukan, setidaknya terdapat 90 klaster penyebaran Covid-19 di perkantoran.

Ahli epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riyono mengungkapkan, perkantoran memang menjadi lokasi yang sangat rawan akan penyebaran virus corona.

Sebab, area perkantoran memiliki beberapa faktor yang dapat mempercepat penularan virus corona. Misalnya, potensi kerumunan orang di satu ruang tertutup.

Selain itu, sirkulasi udara di ruangan kantor yang kurang lancar pun menjadi salah satu penyebabnya. Kondisi semakin rawan jika ada banyak orang di satu ruangan dan semuanya berbicara tanpa mengenakan masker.

"Kantor itu ruangannya tertutup dan kalau AC-nya hanya menggunakan udara dalam kantor, kalau ada yang membawa virus, itu akan lebih mudah menular. Itu yang selama ini tidak diperhatikan," kata Pandu dikutip dari Kompas.com, Rabu (29/7/2020).

Jam-jam istirahat juga menjadi saat rawan penularan virus corona. Sebab, kata Pandu, tidak sedikit orang lengah dan melepas maskernya saat jam istirahat. Oleh karena itu, karyawan diimbau untuk selalu disiplin dalam mengenakan masker selama di kantor.

Selain itu, karyawan juga sebaiknya menerapkan cara-cara lain yang mampu mencegah dan mengurangi penyebaran virus corona di kantor. Misalnya menerapkan protokol V-D-J atau Ventilasi-Durasi-Jarak.

Lantas, apa yang dimaksud dengan protokol V-D-J?

V-D-J merupakan konsep protokol kesehatan yang dicetuskan oleh akun Instagram @pandemictalks. Protokol itu dibuat sebagai upaya untuk menekan kemungkinan penularan Covid-19 di perkantoran.

V (Ventilasi)

Untuk meminimalisir risiko, usahakan menghindari berada di ruang atau transportasi publik dengan sirkulasi udara tertutup dalam waktu yang lama.

Sebab, risiko penularan virus di ruangan dengan ventilasi tertutup atau buruk sangat tinggi. Jika memang harus berada di ruangan tertutup, pastikan ventilasi dan sirkulasi udara berjalan baik.

D (Durasi)

Saat berada di dalam ruangan kantor, sebisa mungkin kurangi durasi bertemu dan bercakap dengan orang lain. Sebaiknya, percakapan langsung hanya dilakukan maksimal 5-15 menit.

Apabila percakapan berlangsung lebih dari 15 menit sebaiknya dilakukan secara online. Selain itu, selalu gunakan masker ketika berbicara langsung dengan orang lain.

J (Jarak)

Jangan lupa untuk selalu menjaga jarak fisik aman atau physical distancing dengan orang lain minimal 2 meter di ruangan kantor maupun ruang publik lainnya.

Hindari pula kerumunan orang, berkumpul dalam kelompok, dan batasi jumlah orang di dalam satu ruangan.

Dengan menerapkan ketiga hal tersebut, diharapkan masyarakat bisa lebih mudah mengukur risiko, sehingga penularan Covid-19 di perkantoran dapat diminimalisasi.