Stres akibat Pandemi dan Resesi? Simak 8 Bahan Makanan yang Bikin Hati Tenang

07/08/2020, 15:49 WIB
Bagikan:
Penulis Farhanah Khalid | Editor Mikhael Gewati

Pandemi Covid-19 menjadi salah satu pemicu resesi ekonomi. Akibatnya banyak usaha gulung tikar yang berdampak pada pemutusan hubungan kerja. Belum lagi penularan virus masih terjadi sehingga masyarakat harus di rumah saja.

Kondisi itu tentu tidak mudah bagi banyak orang hingga menimbulkan stres. Saat stres, sebagian orang melampiaskannya dengan mengonsumsi makanan kurang sehat, seperti gorengan dan makanan yang manis-manis.

Padahal, makanan seperti itu tak dapat mengurangi stres dan justru akan menambah berat badan.

Dikutip dari Kompas.com, Rabu (5/8/2020), ada beberapa bahan makanan yang disebut mampu mengurangi stres.

1. Biji bunga matahari

Biji bunga matahari kaya akan magnesium. Zat ini telah terbukti dapat membantu meringankan depresi, kelelahan, dan meredakan emosi.

Kamu bisa menambahkan biji bunga matahari pada salad atau sebagai topping untuk sajian pasta. Selain itu, penganan ini cocok juga lho jadi camilan sehari-hari.

Jika kamu bukan penggemar biji bunga matahari, bisa menggantinya dengan kacang mete, biji labu, atau kacang almond.

2. Kacang-kacangan

Stres dapat menguras persediaan vitamin B dalam tubuh. Untuk mengatasinya, kamu bisa mengonsumsi kacang-kacangan.

Vitamin B mampu menjaga neurotransmiter yang dapat merangsang rasa bahagia dan membantu menangani respons stress fight-or-flight.

Periset dari Penn State menemukan, kandungan potasium dalam kacang juga dapat mengurangi tekanan darah dan tekanan di jantung.

3. Paprika merah

Paprika merah mengandung vitamin C hampir dua kali lipat daripada jeruk, yaitu sekitar 95 miligram per porsi.

Dalam riset Psychopharmacology, seseorang yang mengonsumsi vitamin C dalam dosis tinggi sebelum melakukan kegiatan yang memicu stres, memiliki tekanan darah lebih rendah.

Orang-orang tersebut juga lebih cepat mengalami pemulihan dari lonjakan kortisol daripada orang yang mengonsumsi plasebo.

4. Bayam

Menurut Ahli Gizi dan Nutrisi, Heather Mangieri, sayuran berdaun hijau seperti bayam mengandung folat yang dapat menghasilkan dipamin. Zat ini merupakan bahan kimia otak untuk merangsang perasaan bahagia dan membantu kita tetap tenang.

Bayam sangat lezat untuk dibuat berbagai masakan sehari-hari. Selain diolah menjadi makanan, kamu juga bisa mengolahnya dengan cara diblender dan dicampurkan ke dalam smoothie.

Sebaiknya jangan terlalu lama memasak bayam karena kandungan gizinya sangat mudah hilang saat dipanaskan.

6. Cokelat

Banyak anak-anak hingga orang dewasa sangat menyukai cokelat. Selain enak, ternyata cokelat juga bisa menjadi pereda stres lho.

Kamu bisa menambahkan cokelat dalam hidangan penutup atau olahan lezat lainnya. Hasil penelitian Journal of Proteome Research membuktikan, orang-orang yang mengonsumsi cokelat 1,4 ons setiap hari dalam dua minggu, memliki kadar hormon kortisol yang rendah.

Agar manfaatnya maksimal, pilih cokelat hitam yang mengandung kakao minimal 70 persen. Ingat, sebaiknya jangan mengonsumsi cokelat tinggi kalori karena justru tidak baik untuk kesehatan.

6. Salmon

Salmon mengandung omega-3 yang dapat menjaga kesehatan mental. Orang yang setiap hari mengonsumsi suplemen omega-3 dengan kandungan asam dokosaheksaenoat (DHA) dan asam eikosapentanoat (EPA) dipercaya memiliki tingkat kecemasan yang rendah.

Dua porsi salmon dalam seminggu sudah cukup memenuhi kebutuhan kamu untuk mengurangi stres.

Selain salmon, ada banyak bahan makanan lain yang kaya omega-3, seperti biji rami, walnut, dan kedelai.

7. Oatmeal

Karbohidrat dalam oatmeal dapat membantu tubuh menghasilkan neutransmitter serotonin yang mampu mengurangi stres.

Sayangnya, sebagian makanan kaya karbohidrat justru dapat meningkatkan gula darah, seperti roti putih, pasta, dan nasi. Efeknya, kamu semakin stres dan suasana hati menjadi buruk.

Jadi, pilihlah makanan yang kaya karbohidrat kompleks seperti oatmeal. Karbohidrat jenis ini akan dicerna lebih lambat dan tidak meningkatkan gula darah.

8. Teh herbal

Banyak riset mengatakan, orang yang suka minum teh berisiko rendah mengalami stres. Hal ini karena teh dapat membantu menurunkan kadar kortisol dalam tubuh.

Sayangnya, teh masih mengandung kafein yang dapat meningkatkan stres terhadap sebagian orang. Oleh karena itu, pilihlah teh dengan kadar kafein rendah yang mampu menenangkan saluran pencernaan, seperti chamomile, peppermint, atau teh jahe.

Meski tak bisa menghilangkan masalah, setidaknya deretan bahan makanan tersebut dapat bantu menenangkan hati dan pikiran kamu.

Apalagi bila dikonsumsi secara teratur, bahan-bahan berikut dapat bantu meredakan kecemasan dengan cara memasukkan ke dalam menu masakan setiap hari.