Intip Mainan Tradisional yang Masih Bertahan Hingga Saat Ini

11/08/2020, 19:00 WIB
Bagikan:
Penulis Dea Duta Aulia | Editor Dana Delani

Seiring dengan kemajuan teknologi, pola permainan atau mainan anak juga mengalami perubahan. Meskipun gim modern lebih mendominasi, tidak sedikit anak-anak yang masih suka bermain permainan tradisional.

Nah, berikut adalah deretan permainan tradisional yang masih bertahan di masa sekarang;

Layang-layang

Permainan tradisional ini tidak hanya digandrungi oleh anak-anak, melainkan juga orang dewasa.

Pasalnya, cara memainkan layang-layang tergolong mudah. Kalian hanya perlu membuatnya dengan menggunakan kertas atau kain parasut yang diberi kerangka. Setelah itu, sambungkan bagian tersebut dengan seutas tali kenur dan layang-layang pun siap diterbangkan untuk mempercantik pemandangan langit.

Petak umpet

Meskipun tidak seramai dulu, permainan petak umpet masih cukup digemari oleh anak-anak di kota-kota besar atau pun di desa. Saking asyiknya, seringkali anak-anak bermain petak umpet hingga berjam-jam.

Permainan yang dimainkan secara kelompok ini, ternyata memiliki banyak manfaat bagi anak-anak. Dikutip dari Kemendikbud.go.id, permainan petak umpet dapat mempermudah anak untuk bersosialisasi dengan teman sebaya. Selain itu, permainan tersebut juga bisa menjadikan anak lebih mengenal arti sportivitas, belajar menghapal hitungan, disiplin, dan melatih kreativitas.

Selain itu, permainan ini sangat bermanfaat untuk menjadikan anak lebih aktif dan melatih motoriknya.

Kelereng atau gundu

Layaknya petak umpet, bermain kelereng akan terasa menyenangkan ketika dimainkan bersama teman-teman. Selain mengasyikan, mainan tersebut juga memiliki segudang manfaat bagi anak, seperti melatih kemampuan kognitif, mengatur emosi, hingga melatih kecerdasan dan ketelitian.

Saat memulai permainan, setiap anak harus meletakkan beberapa butir kelereng di dalam sebuah lingkaran. Lalu semua pemain harus mengambil posisi kira-kira 50cm sampai 1 meter dari lingkaran tersebut.

Jika sudah berada di posisi tersebut, para pemain secara bergantian harus menyentil sebutir kelereng lainnya. Lalu anak yang kelerengnya paling jauh dari lingkaran dboleh bermain lebih dulu dan segera melakukan penyerangan ke kelereng yang berada di dalam lingkaran. Jika berhasil menyenai, maka sang anak berhak mendapatkan kelereng tersebut.