Halo, Beginilah Pariwisata di Era New Normal…

01/09/2020, 14:19 WIB
Bagikan:
Penulis Inadha Rahmanidya | Editor Sri Noviyanti

Selamat datang di era new normal. Di masa-masa ini, hampir segala sektor kehidupan termasuk pariwisata banyak berubah.

Berwisata jadi ada aturannya. Utamanya karena ke depan, wisatawan dituntut mempertimbangan faktor kesehatan, kebersihan, keamanan, dan keselamatan untuk mencegah wabah Covid-19.

Keadaan tersebut juga mengubah tren pariwisata.

Dilansir dari Kompas.com, Sabtu (30/5/2020), Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkirakan, pariwisata akan bergeser ke kegiatan atau alternatif liburan yang tidak banyak orang.

“Referensi hiburan akan bergeser ke solo travel tourwellness tour, termasuk di dalamnya juga virtual tourism serta staycation,” kata Jokowi, saat memimpin Rapat Kabinet Terbatas melalui video conference, Kamis (28/5/2020).

Menyelami tur virtual

Salah satu alternatif wisata yang sudah terlihat jelas trennya begitu pandemi adalah tur virtual. Sebelum Jokowi menyampaikan prediksinya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), telah memulai usaha agar para pelaku pariwisata membangun tren ini.

Hal itu dilakukan sebagai upaya agar industri pariwisata dapat tetap bergerak di situasi pandemi.

Salah satu upaya yang dilakukan kala itu adalah menjalin kerja sama dengan komunitas Jakarta Good Guide (JGG) untuk menggelar virtual tur bertajuk Ngabuburit Wisata Kopi, Jumat (8/5/2020).

Kegiatan tersebut menjadi tur virtual bersama komunitas pertama yang dilakukan Kemenparekraf.

Dalam tur itu, 100 orang wisatawan diajak mengunjungi delapan kedai kopi legendaris di Jakarta, melalui aplikasi Zoom selama dua jam.

Adapun delapan tempat kopi legendaris Jakarta yang dimaksud adalah Kopi Es Tak Kie, Bakoel Koffie, Toko Kopi Warung Tinggi, Toko Kopi Sedap Jaya Jatinegara, Toko Kopi Luwak Gondangdia, Phoenam, Kwang Koan Kopi Johny, dan Kong Djie Coffee.

Seperti tur pada umumnya, Ngabuburit Wisata Kopi juga menyediakan pemandu bagi para wisatawan. Pada kesempatan tersebut, yang bertugas menjadi pemandu adalah JGG Spesialis Wisata Kopi Cindy Tan. Peserta diajak untuk mendapatkan wawasan mengenai kopi.

Selain menggelar kerja sama dengan komunitas, Kemenparekraf juga berusaha membangkitkan pariwisata bangsa dengan membagikan link http://bit.ly/DirumahAja360. Laman itu berisi video dan foto 360 dariberagam destinasi wisata serta museum di Indonesia.

Para penikmat tur virtual hanya butuh perangkat dan internet untuk menikmati ragam destinasi yang disediakan secara gratis.

Adapun foto dan video 360 yang tersedia pada situs tersebut adalah pertunjukkan Tari Kecak, pemandangan sawah di Bali, petualangan di Kawah Ijen Banyuwangi, pemandangan bawah laut Wakatobi, hingga destinasi lain seperti Raja Ampat, Jakarta, Bintan, dan Yogyakarta.

Sementara itu, menu Museum Indonesia mengajak wisatawan menjelajahi bangunan serta koleksi museum secara virtual.

Museum yang bisa dipilih wisatawan antara lain Museum Nasional, Museum Bank Indonesia, Museum Tsunami Aceh, dan masih banyak lagi.

Tur virtual punya peluang

Tak melulu gratis, tur virtual juga ada yang berbayar. Hal ini menjadi peluang baru bagi para pelaku wisata untuk tetap menghasilkan pundi-pundi ekonomi di tengah pandemi.

Namun perlu diperhatikan, untuk menggelar tur virtual, operator harus menguasai teknologi seperti kamera 360, dan aplikasi yang akan digunakan bersama para wisatawan.

Utamanya, tur virtual yang diselenggarakan haruslah jadi pengalaman berwisata yang berbeda bagi peserta. Tantangannya adalah bagaimana membuat peserta merasakan betul berada di lokasi destinasi itu.

Oleh karena itu, operator juga harus menyediakan pemandu wisata profesional yang bisa memberi informasi terkait destinasi wisata secara detil. Pemandu tersebut juga harus bisa menghidupkan suasana tur, misalnya dengan membuka sesi tanya jawab.

Jika sudah memiliki kemampuan tersebut, operator bisa membuat paket penawaran kepada wisatawan, dan melakukan promosi.

Yuk ikut tur virtual…

Bagi peserta, mengikuti tur virtual di masa pandemi bisa jadi pengalaman tak terlupakan. akan tetapi, simak tips berikut dulu ya sebelumnya.

Meski tidak bisa menggantikan keseruan kegiatan berwisata seperti biasanya, sensasi dari tur virtual bisa mengobati kerinduan akan berlibur. Biayanya juga lebih murah karena kamu tidak perlu membeli tiket transportasi dan akomodasi.

Nah, sekarang siapkan dirimu untuk berwisata di era new normal dan mendapat pengalaman baru….