Hobi Tanaman Hias yang (Kembali) Naik Pamor di Masa Pandemi

20/09/2020, 08:46 WIB
Bagikan:
Penulis Annisa Dea | Editor Mikhael Gewati

Banyak menghabiskan waktu di rumah selama pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) ternyata membuat banyak orang mencoba mengeksplorasi kegiatan atau hobi baru.

Salah satu aktivitas yang cukup banyak digandrungi kala pandemi adalah hobi memelihara tanaman hias di dalam rumah.

Hal itu terlihat dari naiknya jumlah penjualan tanaman hias di berbagai daerah. Contohnya, di Kota Tegal. Mengutip jateng.tribunnews.com, Senin (31/8/2020), salah satu kios tanaman hias, Aji Lestari mengaku mengalami peningkatan penjualan mulai dari dua bulan lalu.

Kini, kios tanaman hias milik Aji itu bisa menjual puluhan tanaman hias per hari. Padahal, menurut Aji, sebelumnya ia hanya bisa menjual 5-10 tanaman dalam satu hari. Sementara itu, jenis tanaman yang paling banyak dicari adalah jenis aglaonema.

Peningkatan penjualan juga dirasakan Sampirlan, pengusaha bunga LA Garden di Pango, Kota Banda Aceh. Bahkan, beberapa bulan terakhir omsetnya meningkat drastis dari Rp 10 juta per hari, menjadi Rp 50 juta per hari, seperti diberitakan kanal Youtube Kompas TV, Jumat (12/7/2020).

Sampirlan mengatakan, jenis tanaman yang banyak diburu pembeli adalah tanaman bunga begonia, aglaonema, dan keladi.

Sejarah kemunculan tanaman hias

Jika ditelusuri, perjalanan tanaman hias untuk memperindah ruangan telah dimulai dari beberapa abad yang lalu.

Sebelum dikenal sebagai tanaman hias seperti saat ini, dahulu orang-orang lazim membawa bunga atau tanaman beraroma sedap sebagai pengharum ruangan.

Merangkum laman nationaltrust.org.uk, pada abad ke-17, pohon jeruk merupakan simbol status kekayaan di masyarakat. Pada masa itu, orang-orang kaya lazim memiliki sebuah rumah kaca untuk menanam pohon jeruk dan berbagai tanaman bunga.

Salah satu bangsawan dengan koleksi tanaman jeruk terbanyak adalah milik Duke of Lauderdale yang berlokasi di Ham House, Richmond, Virginia, Amerika Serikat. Kala itu, Duke of Lauderdale memiliki sekitar 63 pohon jeruk dan lemon serta 11 bak tanaman hijau.

Pada abad ke-18, wadah dekoratif untuk memajang tanaman di dalam ruangan menjadi tren di kalangan pecinta tanaman. Di Inggris, Josiah Wedgwood merupakan salah satu pabrik pertama yang memproduksi pot tanaman dekoratif.

Dengan keahliannya di bidang mode, Wedgwood banyak membuat pot-pot keramik dengan lukisan dekoratif untuk dipajang di dalam ruangan.

Karena kemunculan tren pot dekoratif itu, pada abad ke-18 juga muncul tren produksi rak atau lemari khusus untuk memajang tanaman hias di dalam rumah.

Tren tanaman hias dalam ruangan mencapai puncaknya pada abad ke-19. Hal ini terjadi karena semakin banyak tanaman tropis dan sub-tropis yang diperjualbelikan antarnegara.

Memasuki pertengahan abad ke-19, buku dan majalah berkebun serta buku tips dekorasi rumah dengan tanaman hias juga semakin berkembang dan diminati.

Selain itu, pada paruh kedua abad ke-19, tanaman anggrek menjadi bunga paling populer dan paling mahal di antara tanaman bunga yang lain.

Pada awal abad ke-20, tren tanaman hias mulai mengalami pergeseran. Ketika modernitas mulai memengaruhi tren dekorasi rumah, interior yang dipenuhi tanaman dianggap kuno. Hanya beberapa tanaman, seperti kaktus dan sukulen yang masih digemari karena dianggap lebih sesuai dengan gaya arsitektur modern.

Namun, memasuki tahun 1950-an, tanaman hias dalam ruangan kembali digemari. Sebabnya, pada masa itu semakin banyak orang yang tinggal di apartemen dan semakin sedikit orang yang memiliki kebun.

Tak ketinggalan, saat itu desain hunian ala Skandinavia yang kerap menggunakan tanaman sebagai bagian dari dekorasi ruangan sedang populer.

Sejak saat itu, hobi memelihara tanaman hias di dalam ruangan tetap digemari, meskipun popularitasnya naik turun seiring waktu.

Fungsi tanaman hias

Selain sejarahnya yang panjang, memelihara tanaman hias di rumah ternyata memiliki banyak fungsi dan manfaat.

Tidak hanya untuk mengisi waktu luang, tanaman hias juga sering dipilih sebagai pelengkap dekorasi ruangan karena bentuk, warna, hingga jenis yang beragam.

Warna alami dari tanaman, terutama warna hijaunya, mampu membuat suasana ruangan jadi lebih hidup dan segar. Selain itu, tanaman hias cocok diletakkan di mana saja, mulai dari ruang tamu, ruang keluarga, dapur, hingga ruang tidur.

Sama seperti tumbuhan lainnya, tanaman hias merupakan penghasil oksigen dan bisa menyerap karbon dioksida dari lingkungan sekitarnya. Kemampuan tanaman hias ini berkebalikan dengan sistem pernapasan manusia yang menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida.

Mengutip Kompas.com, Jumat (12/6/2020), tidak hanya menghasilkan oksigen, beberapa tanaman hias juga memiliki kemampuan untuk membersihkan udara dari racun penyebab risiko stroke, kanker, hingga gangguan pernapasan.

Contohnya tanaman Lili Paris dan Sansevieria atau lidah mertua. Kedua tanaman ini bisa membantu menghilangkan racun formaldehida dan xylene yang berasal dari cat dinding serta furniture.

Kemudian ada tanaman sirih gading yang mampu menghilangkan racun, seperti benzene, xylene, formaldehida, dan karbon monoksida.

Kemampuan menyerap polusi dan membersihkan udara pada tanaman hias itu ternyata juga mampu menjaga suhu ruangan tetap sejuk. Hal ini terjadi karena tanaman hias akan melepaskan uap air ke udara yang bisa menjaga tingkat kelembapan dalam ruangan sebanyak 30-20 persen.

Bermanfaat untuk kesehatan mental

Selain memiliki banyak manfaat untuk lingkungan, kehadiran tanaman hias di rumah pun bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan mental.

Melansir laman prevention.com, aktivitas menanam dan merawat tanaman secara rutin ternyata mampu membantu meningkatkan suasana hati, meringankan stres, dan lebih fokus pada kehidupan saat ini.

Menariknya, aktivitas merawat tanaman tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan manusia saja. Tanaman yang dirawat pun dapat tumbuh lebih baik sehingga bisa terus memberikan manfaat bagi manusia.

Keberadaan tanaman di tempat tinggal pun dapat memberikan efek relaksasi secara menyeluruh. Masih dari laman yang sama, orang-orang yang kesehariannya dikelilingi tanaman hias ternyata mengalami peningkatan mood menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Lebih lanjut, studi dari Universitas Exeter, Inggris tahun 2014 menunjukkan, tanaman hias yang diletakkan dalam ruangan kantor mampu meningkatkan produktivitas dan konsentrasi pekerja hingga 15 persen. Selain itu, tanaman juga terbukti mampu meningkatkan kemampuan fokus seseorang.

Pilihan tanaman hias untuk pemula

Memilih jenis tanaman hias yang tepat untuk hobi atau sebagai dekorasi rumah bisa menjadi tantangan tersendiri, apalagi bagi pemula.

Sebab, ada tanaman yang membutuhkan perawatan khusus dan tidak semua tanaman dapat tumbuh baik dalam ruangan. Sebagai referensi, berikut beberapa pilihan tanaman hias yang cocok untuk pemula.

Kiat merawat tanaman hias

Bagi kamu yang baru menggeluti hobi memelihara tanaman hias, ada beberapa kiat untuk merawat tanaman hias agar tetap hidup dan tumbuh dengan baik yang dirangkum dari berbagai sumber.

Pertama, cukup paparan sinar matahari. Tanaman membutuhkan sinar matahari untuk melakukan proses fotosintesis guna mengubah karbon dioksida dan air menjadi energi berupa karbohidrat dan oksigen.

Oleh karena itu, pastikan tanaman hias mendapat paparan sinar matahari yang cukup setiap harinya. Jika tanaman disimpan dalam rumah, kamu bisa menempatkannya di dekat jendela.

Selain itu, pahami juga tingkat kebutuhan sinar matahari dari setiap tanaman. Ada tanaman hias yang memerlukan banyak sinar matahari, seperti Kaktus. Ada pula yang hanya membutuhkan sedikit sinar matahari, seperti Peace Lily.

Kedua, asupan air yang pas. Ketika menyiram tanaman, usahakan jumlah air yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Tidak terlalu sedikit, tapi jangan berlebihan agar akar tidak membusuk.

Melansir gardenerspath.com, biasanya tanaman hias tidak memerlukan terlalu banyak air. Untuk itu, penyiraman satu kali sehari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. Agar lebih mudah, kamu bisa menggunakan lubang-lubang pot tanaman sebagai patokan ketika menyiram tanaman.

Jika ketika menyiram air sudah merembes keluar pot dari lubang tersebut, tandanya air yang diberikan sudah cukup.

Ketiga, memangkas bagian-bagian yang layu. Jangan lupa untuk rutin membersihkan dan memangkas bagian tanaman yang sudah layu, kering, atau berubah warna agar tetap bisa tumbuh dengan baik.

Pemangkasan juga dapat mencegah penularan penyakit, jika ada bagian tanaman yang layu atau rusak karena jamur atau parasit. Selain itu, ketika memangkas tanaman dengan gunting, pastikan gunting yang digunakan tajam agar tidak merusak sel tanaman.

Keempat, berikan pupuk. Sama seperti manusia, tanaman memerlukan nutrisi dan vitamin agar dapat tumbuh sehat. Kandungan-kandungan penting dalam pupuk, seperti kalium, nitrogen, fosfor memiliki manfaat untuk pertumbuhan akar, batang, dan daun.

Karenanya, jangan lupa untuk memberikan pupuk pada tanaman ketika memasuki musim tanam atau pada saat pertumbuhan tanaman mulai aktif.

Itu dia serba-serbi soal hobi tanaman hias yang kembali populer belakangan ini. Selain menambah estetika ruangan, tanaman hias ternyata juga memiliki banyak manfaat, termasuk untuk kesehatan mental.

Nah, untuk kamu yang ingin mencoba hobi baru selama pandemi, tidak ada salahnya mencoba memelihara tanaman hias.